Categories
Bahasa Sunda

10 Kata Kasar Bahasa Sunda yang Sebaiknya Tidak Kamu Ucapkan

Sebagai negara yang terkenal dengan keberagamannya, Indonesia memiliki banyak bahasa. Salah satunya adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda ini merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Kian kemari banyak sekali orang yang ingin mempelajari bahasa Sunda karena kepopulerannya di beberapa sosial media seperti Tiktok dan Instagram. Agar kita dapat berbahasa dengan baik dan sopan, sebaiknya kamu tidak mengucapkan kata-kata kasar yang kerap dilontarkan dalam konteks tertentu.

Apalagi bagi kamu yang baru mempelajari bahasa Sunda, kata di bawah ini pantang untuk disebutkan karena bisa membuat kesalahpahaman satu sama lain.

Jadi, apa saja kata kasar bahasa Sunda yang sebaiknya tidak kita ucapkan?

1. Aing/Maneh/Sia

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah maneh kasar? Kata ini kerap diucapkan oleh seseorang Ketika menyebut “kamu” dalam bahasa Sunda. Tapi ternyata frasa aing, maneh, dan sia merupakan kata kasar bahasa Sunda yang sebaiknya jangan kamu ucapkan kepada orang yang lebih tua.

Untuk mengganti frasa tersebut, kamu bisa mengucapkan abdi atau kuring untuk “aku” dan anjeun untuk “kamu”.

2. Bagong

Kata kasar ini kerap dilontarkan Ketika sedang kesal. Khusus untuk kamu yang baru belajar bahasa Sunda ada baiknya jangan pernah mengucapkan kata bagong yang ditujukan ke orang lain karena artinya adalah “babi”.

3. Kehed

Sama seperti bagong, kehed merupakan salah satu ekspresi kekesalan yang kasar dalam bahasa Sunda. Kehed artinya adalah “sialan”. Karena orang-orang Sunda umumnya memakai bahasa halus maka jangan pernah mengucapkan ini kepada siapa pun agar mereka tidak salah paham dengan sikapmu.

4. Halig siah

Mungkin kamu sering mendengar seseorang mengucapkan halig siah saat sedang kesal atau mengancam. Halig siah artinya adalah “awas kau!” yang berarti ancaman kepada seseorang yang diajaknya bicara.

Kata ini sangat kasar dalam bahasa Sunda, jadi sebaiknya kamu menghindari dan menggantinya dengan bahasa yang lebih halus.

5. Lebok/Hakan siah

Saat melihat seseorang sedang diterpa kesulitan, jangan pernah mengucapkan lebok siah! atau hakan siah! karena artinya adalah “rasain kau!”.

Dengan mengucapkan kata ini sembarangan, bisa saja orang yang mendengarnya akan sakit hati mendengar kamu mengatakan hal tersebut. Oleh karena itu, hindari kata kasar ini ya!

6. Ontohod/Belekok

Ontohod atau belekok juga merupakan kata kasar dalam bahasa Sunda untuk mengekspresikan kekesalan yang berarti “bodoh sekali!”.

Jika kamu mengucapkan ini kepada orang Sunda yang biasa berbicara halus maka bisa saja kamu menyinggungnya karena kata ini sangat kasar.

7. Lelebok

Jika kamu pernah mendengar kata ini dari seseorang, jangan coba untuk diikuti ya. Karena lelebok merupakan bahasa Sunda kasar yang berarti “makan” atau “makanan” (lelebokeun).

Sebaiknya jika kamu ingin mengatakan “makan” maka bisa mengucapkan tuang.

8. Pekok siah

Pekok siah merupakan kata yang digunakan untuk mengejek seseorang dengan sebutan “kamu idiot”. Ada baiknya kamu menghindari kata kasar bahasa Sunda ini agar bisa saling menghargai satu sama lain.

9. Anying/Anjir

Dalam bahasa Indonesia, kita pun sering mendengar kata kasar ini. Dalam bahasa Sunda kata ini bernada candaan tapi kasar. Biasanya digunakan kepada sesama teman yang sudah akrab. Meskipun begitu, yuk kita hindari mengucapkan kata kasar ini! 😉

10. Deuleu

Pernah mendengar seseorang mengatakan deuleu? Deuleu artinya adalah “lihat”. Meskipun terdengar seperti bahasa Sunda biasa yang umum diucapkan oleh seseorang, kamu bisa mengganti kata tersebut dengan bahasa Sunda halus seperti tingali atau tingal.

Itulah 10 kata kasar bahasa Sunda yang harus kamu hindari penggunaannya termasuk Sunda Empire. Yuk, kita budayakan sikap saling menghormati satu sama lain. Salah satunya ialah dengan bertutur kata baik dan menghindari kata-kata kasar bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya.

Semoga bermanfaat! 😉

Categories
Bahasa Sunda

15 Kosakata Serapan Bahasa Sunda dari Bahasa Belanda

Setiap bahasa pasti memiliki akarnya, entah dari percampuran dengan bahasa lain, kombinasi tertentu, hingga pergeseran makna. Hal tersebut juga berlaku dalam bahasa Sunda yang dikenal dengan bahasa yang memiliki berbagai tingkatan kesopanan serta penggunaan yang berbeda dalam setiap tingkatannya.

Pengaruh penjajahan kolonial Belanda membuat bahasa Sunda banyak menggunakan istilah yang hampir serupa. Konon, dahulu kala para pribumi di Indonesia termasuk Sunda di antaranya sering berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda. Sehingga, hal tersebut membuat mereka memiliki kosakata bahasa Belanda yang luas.

Diketahui bahwa pribumi Sunda sering menangkap kata-kata yang dimaksud oleh para kolonial Belanda dengan pengucapan yang agak berbeda. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kosakata bahasa Sunda yang muncul dari serapan bahasa Belanda. Berdasarkan penelitian dari ahli bidang linguistik di Universitas Padjadjaran, Bandung terdapat 1164 kata bahasa Sunda yang berasal dari bahasa Belanda.

Berikut adalah beberapa kosakata serapan bahasa Sunda dari bahasa Belanda beserta penjelasannya:

  1. Enteh (Thee)Dikenal juga sebagai teh, yaitu minuman yang berasal dari pucuk daun atau tangkai daun yang dikeringkan.
  2. Laci (Laadje)Merupakan wadah berbentuk kotak yang ada pada meja atau lemari, berfungsi sebagai tempat menyimpan barang.
  3. Talek (Talk)Dikenal sebagai bedak yaitu bubuk yang digunakan sebagai produk kosmetik untuk membuat kulit menjadi cerah dan lembut.
  4. Panatik (Ganatiek)Sama seperti kata ‘fanatik’ dalam bahasa Indonesia, ‘panatik’ berarti memiliki kepercayaan atau rasa suka yang sangat kuat terhadap sesuatu atau seseorang.
  5. Yahut (Ja, Goed)Menjelaskan sesuatu atau seseorang yang memiliki kualitas sangat tinggi (hebat, sangat bagus, cantik sekali, dst).
  6. Hordeng (Gordijn)Dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai ‘tirai’ atau ‘gorden’ yang berfungsi untuk menutup jendela.
  7. Istrénan (Installuren)Merupakan rangkaian acara pelantikan pejabat tinggi atau acara resmi yang dihadari oleh khalayak umum. Saat ini, istilah tersebut juga umum digunakan untuk acara pelepasan wisudawan.
  8. Katel (Katel)Merupakan wajan yang digunakan untuk memasak, menumis, hingga menggoreng berbagai olahan makanan.
  9. Koprol (Koprollen)Suatu gerakan yang dilakukan dengan cara menjungkir balikan badan. Gerakan ini biasa dilakukan untuk senam dalam berolahraga.
  10. Lapor (Rapporteren)Melaporkan hasil pekerjaan atas perintah atasan atau bisa juga menjelaskan suatu berita yang berkaitan dengan urusan negara.
  11. Mangkir (Mankeer)Menjelaskan suatu tindakan atau peristiwa tidak hadirnya seseorang dengan disengaja (bolos) atau tidak ada di daftar absensi.
  12. Pansiun (Met Pensioen Gaan)Menjelaskan situasi di mana seseorang dinyatakan telah berhenti bekerja karena masa kerjanya telah habis (biasanya dibatasi umur).
  13. Setarten (Starten)Menghidupkan kendaraan beroda dua atau beroda empat yang dilakukan dengan memasukkan kunci untuk mengendarainya.
  14. Taksir (Taxeren)Mengira-ngira hitungan jumlah atau harga barang yang akan dibeli atau dicatat. Dalam bahasa Sunda berbentuk nomina sering disebut juga sebagai ‘taksireun’.
  15. Jaliken (Jerrican)Dikenal sebagai ‘jerigen’ dalam bahasa Indonesia, merupakan alat yang digunakan sebagai wadah untuk menampung air atau minyak (bensin).

Menurut penelitian yang ada, kosakata serapan bahasa Sunda dari bahasa Belanda yang mendominasi adalah yang berhubungan dengan urusan pemerintahan modern juga keilmuan serta teknologi.
Dapat disimpulkan bahwa adanya kemiripan dalam pengucapan dipengaruhi oleh sistem fonologis bahasa Sunda sendiri, di mana bahasa Belanda disesuaikan kembali pengucapannya dengan budaya yang ada melalui serapan terkait.

Kebanyakan kosakata Sunda yang diserap dari bahasa Belanda tidak mengalami pergeseran makna, meskipun ditemukan beberapa. Hal ini menunjukkan bahwa kolonialisme Belanda di Indonesia, khususnya di tanah Sunda sangat berpengaruh hingga saat ini.

References
https://pustaka[dot]unpad[dot]ac[dot]id/wp-content/uploads/2015/12/Prosiding-Serapan-Bld-BS_pdf.pdf
http://ntotmbol[dot]blogspot[dot]com/2018/02/daftar-kosakata-bahasa-sunda-serapan.html
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi)
Eva Nurlatifah1, Yayat Sudaryat2, Usep Kuswari3 Prodi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Fakultas Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
https://ejournal[dot]upi[dot]edu/

Categories
Bahasa Sunda

Penggunaan Bahasa Sunda Dilihat Dari Sejarahnya

Bahasa sunda cukuplah familiar di telinga. Hampir setiap saat, Anda mungkin akan mendengar beberapa patah kata berbahasa sunda tersebut. Namun tahukah Anda jika bahasa tersebut telah mengalami perubahan sejak beberapa tahun yang lalu?

Bahasa mayoritas masyarakat di Jawa Barat ini memang cukup menarik. Bahasa ini termasuk dalam kategori bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur terbesar di nusantara di bawah bahasa Jawa. Tidak heran jika bahasa ini masih eksis digunakan oleh sejumlah masyarakat dalam berkomunikasi.

Andapun kerap mendengar orang-orang menuturkan dengan bahasa ini. Salah satunya adalah melalui layar televisi. Karena hampir sebagian publick figure berasal dari sunda. Dan kadang kala public figure tersebut nyeletuk dengan bahasa daerahnya.

Hanya saja, bahasa ini sudah mengalami perubahan. Perubahan dalam penggunaan bahasa ini terjadi sejak lama. Makanya, Anda mungkin akan kesulitan untuk menemukan bahasa asli yang masih dituturkan oleh masyarakat sunda.

Letak Perbedaan Dalam Penggunaan Bahasa Sunda

Eksistensi bahasa sunda tidak diragukan lagi. Sejumlah public figure yang Anda kenal kebanyakan datang dari tanah sunda. Bahasa ini juga sering digunakan dalam berkomunikasi.

Uniknya, bahasa ini tidak hanya dituturkan oleh masyarakat asli sunda. Melainkan orang-orang dari daerah lain juga turut menuturkannya. Alasannya adalah bahasa ini termasuk bahasa yang memiliki banyak penutur. Kemudian, bahasa ini juga lebih mudah dipelajari.

Walaupun begitu, bahasa yang digunakan saat ini tidaklah seotentik jaman dahulu. Bahasa ini mengalami perubahan besar sejak era penjajahan di beberapa tahun silam. Letak perbedaannya ada pada tingkatan dalam penggunaan bahasa.

Saat ini, Anda tentunya akan mengenal bahasa kasar, bahasa sedang, dan bahasa alus. Ketiga tingkatan ini jelas akan dituturkan ketika berkomunikasi dengan orang yang berbeda. Contohnya adalah bahasa bogor alus atau bahasa bandung alus yang harusnya dituturkan ketika berhadapan dengan orang yang dihormati.

Dahulu, bahasa ini tidak memandang tingkatan. Seorang raja, bangsawan dan masyarakat awam hanya menggunakan bahasa yang sama. Tentunya tanpa mengenal perbedaan dalam penggunaannya.
Bisa dikatakan jika bahasa sunda lama itu bahasa yang demokratis. Bisa digunakan oleh siapapun, dan ditujukan untuk siapapun tanpa memandang status sosial lawan bicaranya.

Ini jelas berbeda sekali dengan apa yang Anda temui saat ini. Bahasa ini mulai mengenal apa itu tingkatan. Dan penggunaan bahasa ini jelas tidak boleh sembarangan.
Ketika Anda menggunakan bahasa ini secara sembarangan, jelas Anda akan dipandang tidak sopan. Anda juga dipandang sebagai orang yang tak memiliki tata krama. Makanya, Anda mungkin butuh belajar bahasa yang lebih sopan untuk melengkapi kemampuan bahasa Anda tersebut.

Kapan Pergeseran Dalam Penggunaan Bahasa Sunda Terjadi?

Dikatakan sebelumnya jika bahasa sunda lama tidak mengenal status sosial. Bahasanya tetap sama meskipun digunakan oleh orang-orang yang berbeda. Lalu, sejak kapan pergeseran dalam penggunaan bahasa tersebut?
Adanya stratifikasi dalam berbahasa ini tak lain disebabkan oleh runtuhnya kerajaan Pajajaran oleh kasultanan Banten. Kurang lebih di abad ke-16.

Pada saat itu, orang-orang sunda masih sejajar dalam urusan berbahasa. Tapi untuk urusan tingkatan sosial, masyarakat manapun sama. Yakni memiliki tingkatan kasta.
Di abad 16, cara berbahasanya masih sama. Tapi masuk abad 17-18, cara berbahasanya mulai berubah. Perubahan ini tak lain disebabkan oleh adanya pengaruh budaya luar. Dalam kasus ini, bahasa Jawalah yang berperan.

Ini tidaklah mengherankan karena kasultanan Banten merupakan bagian dari kerajaan Mataram. Dan kerajaan ini sepenuhnya menggunakan bahasa jawa. Sampai-sampai, budaya jawa juga ikut tenggelam di dalamnya.
Di dalam bahasa dan adat Jawa, orang akan mengenal perbedaan dalam penggunaan bahasa. Ada beberapa tingkatan bahasa yang mestinya harus digunakan. Terutama bila dikomunikasikan dengan lawan bicara.
Pajajaran yang saat itu takluk di tangan kasultanan Banten mau tidak mau harus mengikuti aturan yang diberlakukan. Budaya Jawa yang dibawa ikut melebur ke dalam budaya sunda. Akibatnya, perubahan dalam berbahasa tidak terelakkan.

Sampai saat ini, bahasa sunda masih mengenal tingkatan dalam berbahasa. Dan ini juga merupakan bentuk perkembangan bahasa yang dinilai lebih baik. Kenapa? Karena bahasa ini mengedepankan sisi sopan ataupun tidak sopan manakala dituturkan oleh seseorang.

Masihkah Ada Penutur Bahasa Sunda Asli Saat Ini?

Tidak dipungkiri jika bahasa sunda mulai dikenal masyarakat luas. Kedekatan bahasa ini dengan bahasa jawa membuatnya semakin kuat. Bahkan, eksistensinya masih sangat terjaga bila dibandingkan dengan bahasa daerah lainnya.

Memang ada pergeseran dalam cara menuturkannya, namun kenyataannya bahasa sunda asli masih ada yang menggunakannya. Tentunya, bahasa asli ini masih mengenal kesejajaran dalam penggunaan bahasanya. Entah itu dijadikan alat komunikasi dengan orang terhormat ataupun orang awam.
Jumlahnya tidaklah begitu banyak bila dibandingkan yang sudah mengalami perubahan bahasa. Tapi inilah sisi keunikan dari bahasa ini. Bahasa yang otentik, penuh dengan nilai kesetaraan masih dijunjung tinggi oleh sebagian masyarakat sunda.

Orang yang masih menggunakan bahasa sunda lama adalah orang baduy. Masyarakat ini bisa dianggap sebagai penjaga bahasa lama yang agaknya mulai terpinggirkan oleh pengaruh budaya luar.
Kenapa masyarakat baduy bisa menjaganya? Alasannya adalah masyarakat baduy di masa runtuhnya Pajajaran, masyarakatnya memilih untuk mengasingkan diri. Sampai saat ini, suku asli Sunda ini masih mempertahankan apa yang diawariskan oleh orang terdahulu.

Saat ini, Anda juga masih bisa mengetahui beberapa kata dari bahasa sunda lama. Hanya saja, kosakata yang mungkin Anda temukan bisa dibilang bahasa yang kasar. Tapi itulah bahasa asli yang sedari awal menjadi alat komunikasi di masa lampau.

Categories
Bahasa Sunda

Cara Termudah Menguasai Bahasa Sunda Dalam Seminggu

Tidak hanya bahasa Sunda saja, belajar bahasa apapun pada awalnya akan terasa sulit. Selain sulit sudah pasti sangat membosankan. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika banyak yang kurang berminat untuk belajar bahasa yang satu ini.

Apalagi belajar bahasa daerah, belajar bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional saja banyak yang menyerah di tengah jalan. Banyak alasan yang menyebabkan hal seperti ini sampai terjadi.

Mulai dari kesulitan menghafal kosakata sampai dengan kesulitan memahami seperti apa struktur bahasa yang benar. Oleh sebab itu sangat tidak mengherankan jika banyak yang kurang berminat belajar bahasa.

Tetapi sebenarnya belajar bahasa apapun itu mudah. Asalkan belajarnya menggunakan metode yang tepat. Namun terkadang meskipun belajarnya sudah menggunakan metode, tapi nyatanya masih saja merasa kesulitan. Sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya?

Temukan lebih detail Belanja Online Terbaik di Indonesia

Banyak faktor yang bisa mendasari kenapa Anda gagal untuk menguasai sebuah bahasa. Tapi apapun itu, sebelum Anda memilih metode belajar bahasa, kenali dulu diri Anda sendiri. Sehingga nantinya bisa menyesuaikan metode yang cocok untuk diri Anda sendiri.

Jika memang situasi menuntut Anda untuk segera menguasi sebuah bahasa tertentu, tidak ada salahnya untuk mengambil kursus bahasa. Meskipun Anda harus keluar uang sedikit, tapi dijamin Anda tidak akan rugi.
Sayangnya, sulit sekali untuk menemukan lembaga kursus Bahasa Sunda. Mungkin tidak ada karena tidak banyak peminat. Dan sebenarnya, Anda juga bisa belajar secara otodidak jika tahu bagaimana cara belajar Bahasa Sunda yang cepat dan tepat.

Kosakata Sehari-hari Dalam Bahasa Sunda

Supaya lebih cepat menguasai sebuah bahasa, memahami kosakata dan belajar bahasa sunda sehari-hari yang sering digunakan oleh pemilik bahasa tersebut bisa sangat membantu dalam proses penguasaan suatu bahasa.

Begitupun juga ketika Anda ingin menguasai bahasa Sunda. Supaya bisa mempermudah belajar bahasa Sundanya, coba hafalkan kosakata yang sering digunakan oleh masyarakat Sunda untuk bekomunikasi setiap harinya.

Paling tidak, dengan menguasai kosakata keseharian seperti ini, bisa Anda jadikan sebagai batu pijakan untuk menguasai bahasa Sunda secara keseluruhan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa contoh kosakata yang paling sering digunakan oleh masyarakat Sunda di Bogor, Bandung atau lainnya untuk berkomunikasi setiap harinya.

Kosakata Bhs Sunda

Arti Bhs Sunda

Hatur Nuhun Terimakasih
Sami-sami Sama-sama
Punten Permisi
Kumaha damang? Apa kabar? atau Bagaimana kabarnya?
Nuju Naon (halus), Keur Naon (bias, kasar) Lagi apa?
Bade Kamana? (halus), Rek Kamana? (biasa, kasar) Mau kemana?
Kumaha Bagaimana?
Kunaon atau Naon Kenapa atau Apa
Saha atau Anjen (halus), Maneh (biasa, kasar) Siapa atau Kamu
Kamana Kemana
Timana Darimana
Guelis Pisan Cantik (banget)
Kasep Pisan Ganteng (banget)
Rerencangan (halus), Babaturan (biasa, kasar) Teman
Sepuh (halus), Kolot (biasa. kasar) Tua
Ngora Muda
Tuang, Neda (halus), Emam, Dahar (biasa, kasar) Makan
Atos Tuang Tue Acan? Sudah makan belum?

Seperti halnya bahasa Jawa, bahasa Sunda juga sama saja ada tingkatannya. Jadi ada Sunda halus, biasa, dan kasar. Oleh sebab itu, Anda juga harus menyesuaikan kosakata yang tepat pada saat ingin berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.

Jangan sampai ketika berbicara dengan seseorang yang secara umur lebih tua atau seseorang yang dihormati lantas Anda menggunakan bahasa Sunda biasa atau kasar. Dalam kondisi ini Anda harus menggunakan bahasa Sunda yang halus.

Akan tetapi, Anda tidak perlu terlalu memperdulikan penggunaan tingkatan Bahasa. Orang Sunda tidak akan tersinggung jika ternyata Anda menggunakan Bahasa Sunda biasa kalau mereka mengerti Anda sedang dalam proses belajar. Ini penting agar Anda tidak menemukan terlalu banyak kesulitan sehingga Anda justru menyerah dan tidak mau lagi belajar Bahasa Sunda.

Dan supaya bisa dengan cepat menguasai bahasa Sunda, jangan lupa untuk langsung dipraktekkan. Jangan dihafalkan saja. Takutnya nanti justru akan hilang. Dan kondisi seperti inilah yang terkadang membuat seseorang untuk tidak semangat lagi belajar bahasa.

Praktik Bahasa Sunda tidaklah mudah. Cari lawan bicara. Toh sekarang banyak perantau dari daerah Sunda yang tersebar di mana-mana. Dan biasanya, para perantau tersebut memiliki komunitas asli dari Sunda. Anda bisa berteman dengan salah satu dari mereka. Kemudian, sesekali datang dan nongkrong bersama komunitas tersebut. pasti perkembangan penguasaan Bahasa Sunda Anda lebih cepat.

Belajar Bahasa baru itu seperti anak kecil yang sedang belajar bicara. Apa yang anak kecil lakukan? Mendengarkan lalu mencoba mempraktikkan. Jadi, selain mempelajari kosakata Bahasa Sunda, ada baiknya Anda sering mendengarkan radio Sunda, lagu-lagu Sunda, lawak Sunda, dan lain sebagainya. Dengan lebih sering dan lebih banyak mendengar, Anda bisa cepat sekali menguasai Bahasa Sunda.

Semoga ulasan singkat mengenai beberapa contoh kosakata yang sering digunakan oleh masyarakat Sunda untuk berkomunikasi di atas bisa membatu Anda dalam proses belajar bahasa Sunda. Dan semoga bisa secepatnya menguasai bahasa Sunda. Baik dari kosakatanya maupun intonasinya.

Categories
Bahasa Sunda

Trik Untuk Anda Yang Ingin Belajar Bahasa Sunda

Bahasa Sunda adalah bahasa daerah kedua terbesar yang ada di Indonesia di bawah bahasa Jawa yang kurang lebihnya memiliki 42 juta orang penutur. Sama halnya dengan bahasa Jawa ataupun Bahasa Inggris, bahasa Sunda juga memiliki 3 tingkatan, yaitu bahasa Sunda Kasar, bahasa Sunda Biasa (loma), dan bahasa Sunda Halus.

Dan bagi Anda yang kebetulan ada keinginan untuk belajar bahasa Sunda, Anda saat ini sudah berada di tempat yang sangat tepat. Kenapa? Sebab pada kesempatan kali ini temanya adalah trik cepat belajar bahasa Sunda.
Meskipun setelah membaca ini Anda belum bisa langsung lancar berbahasa Sunda, namun setidaknya akan sangat berguna jika nantinya diberi kesempatan untuk bisa traveling ke Tanah Pasundan.

Sebelum mengulas seperti apa tips belajar bahasa Sunda, sebaiknya ketahui juga mengenai beberapa kosakata yang familier dan yang sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari oleh orang-orang Sunda.

Penyebutan Orang Dalam Bahasa Sunda

Hal pertema yang perlu Anda pahami, di dalam bahasa Sunda terdapat beberapa penyebutan yang khusus atau khas. Seperti halnya orang Jawa dengan sebutan ‘Mas’ atau ‘Mbak’, tidak berbeda jauh dengan orang Sunda, ada sebutan ‘AA’ atau ‘Teteh’.

Sebutan di tas sebenarnya merupakan sebutan yang digunakan untuk adik pada kakaknya. Tapi di dalam prakteknya, sebutan ‘AA’ atau ‘Tetah’ ini juga sering digunakan untuk menyebut seseorang yang lebih tua atau untuk seseorang yang dihormati.

Temukan lebih detail Ruang Guru Yuk Keliling!

Oleh sebab itu, bagi Anda yang belum terlalu menguasai bahasa Sunda, bisa menggunakan ‘AA’ dan ‘Teteh’ pada saat berkunjung ke Jawa Barat. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah sebutan atau panggilan dalam bahasa Sunda.

1. Abah dan Ema
Abah ini merupakan panggilan untuk ayah. Sedangkan Ema adalah panggilan untuk ibu. Tapi pada prakteknya, panggilan Abah ternyata sering digunakan untuk memanggil kakek dan Ema untuk nenek. Selain itu, kedua panggilan di atas juga sering digunakan untuk memanggil orang tua yang sudah sepuh.
2. Uwa
Uwa ini digunakan untuk memanggil kakek dari orang tua Anda. baik laki-laki maupun perempuan.
3. Amang
Amang ini digunakan untuk memanggil adik laki-laki dari orang tua Anda.
4. Bibi
Bibi ini digunakan untuk memanggil adik perempuan dari orang tua Anda.
5. Ujang dan Neng
Panggilan Ujang umumnya digunakan untuk memanggil laki-laki yang lebih muda atau anak kecil. Sedangkan Neng digunakan untuk memanggil perempuan yang secara umur lebih mudah dari Anda atau panggilan untuk anak kecil.
Tetapi, dalam prakteknya, terkadang para orang tua yang secara umur sudah sepuh juga menggunakan panggilan Ujang atau Neng untuk memanggil seseorang yang masih muda. Meskipun secara umur Anda sudah memasuki usia 20 tahun sekalipun.
6. Kang atau Akang
Kang atau Akang ini awalnya merupakan panggilan untuk seorang istri kepada suaminya. Tetapi pada prakteknya, sebutan Akang ini juga sering digunakan untuk memanggil seseorang yang lebih tua atau seseorang yang dihormati atau panggilan akrab untuk seseorang. Secara fungsi sebenarnya sama dengan panggilan ‘Aa’.

Meskipun ulasan di atas merupakan secuil pelajaran terkait dengan bahasa Sunda, tetapi ulasan tersebut bisa sangat berguna ketika Anda berada di Tanah Pasundan. Dengan memahami sebutan atau panggilan dalam bahasa Sunda, bisa sangat membantu Anda terutama saat ingin memulai pembicaraan dengan masyarakat asli Sunda.
Sebenarnya belum cukup jika Anda hanya belajar sebutan atau panggilan dalam bahasa Sunda saja. Masih banyak hal lain yang harus Anda pelajari supaya bisa lancar berbahasa Sunda. Contohnya saja seperti bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh masyarakat Sunda.

Trik Cepat Mempelajari Bahasa Sunda

Sebenarnya, apapun Bahasa yang akan Anda pelajari, hanya ada satu cara agar Anda bisa cepat menguasai, yaitu berani untuk praktik. Sayangnya, sulit sekali untuk menemukan keberanian untuk praktik.
Beberapa hal berikut ini mungkin bisa membantu.

Berteman dengan Orang Sunda

Banyak sekali orang Sunda di berbagai penjuru tanah air. Dan biasanya mereka memiliki rasa persaudaraan yang erat. Bertemanlah dengan salah satu orang Sunda. Lalu, seringlah untuk ikut ngobrol dengan kelompok atau komunitas orang Sunda.

Dengarkan Lawakan Sunda

Belajar itu seharusnya menyenangkan. Maka dari itu, tepat sekali jika Anda sering mendengarkan lawakan dalam Bahasa Sunda. Manfaatkan internet dan download video atau audio lawakan Sunda.

Senandung

Ada banyak sekali syair Sunda yang sangat bagus. Dan jika Anda tahu artinya, maka terkandung makna yang mendalam, terutama syair-syair lawas Bahasa Sunda.

Apakah Anda butuh kursus? Sepertinya tidak perlu. Selain jarang sekali ada lembaga yang membuka kursus Bahasa Sunda, kursus juga kurang begitu efektif. Hanya praktiklah yang membuat Anda bisa cepat mahir berbahasa Sunda.

Exit mobile version