10 Kata Kasar Bahasa Sunda yang Sebaiknya Tidak Kamu Ucapkan

Bahasa Sunda May 27, 2022 No Comments

Sebagai negara yang terkenal dengan keberagamannya, Indonesia memiliki banyak bahasa. Salah satunya adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda ini merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Kian kemari banyak sekali orang yang ingin mempelajari bahasa Sunda karena kepopulerannya di beberapa sosial media seperti Tiktok dan Instagram. Agar kita dapat berbahasa dengan baik dan sopan, sebaiknya kamu tidak mengucapkan kata-kata kasar yang kerap dilontarkan dalam konteks tertentu.

Apalagi bagi kamu yang baru mempelajari bahasa Sunda, kata di bawah ini pantang untuk disebutkan karena bisa membuat kesalahpahaman satu sama lain.

Jadi, apa saja kata kasar bahasa Sunda yang sebaiknya tidak kita ucapkan?

gedung sate bandung

1. Aing/Maneh/Sia

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah maneh kasar? Kata ini kerap diucapkan oleh seseorang Ketika menyebut “kamu” dalam bahasa Sunda. Tapi ternyata frasa aing, maneh, dan sia merupakan kata kasar bahasa Sunda yang sebaiknya jangan kamu ucapkan kepada orang yang lebih tua.

Untuk mengganti frasa tersebut, kamu bisa mengucapkan abdi atau kuring untuk “aku” dan anjeun untuk “kamu”.

2. Bagong

Kata kasar ini kerap dilontarkan Ketika sedang kesal. Khusus untuk kamu yang baru belajar bahasa Sunda ada baiknya jangan pernah mengucapkan kata bagong yang ditujukan ke orang lain karena artinya adalah “babi”.

3. Kehed

Sama seperti bagong, kehed merupakan salah satu ekspresi kekesalan yang kasar dalam bahasa Sunda. Kehed artinya adalah “sialan”. Karena orang-orang Sunda umumnya memakai bahasa halus maka jangan pernah mengucapkan ini kepada siapa pun agar mereka tidak salah paham dengan sikapmu.

4. Halig siah

Mungkin kamu sering mendengar seseorang mengucapkan halig siah saat sedang kesal atau mengancam. Halig siah artinya adalah “awas kau!” yang berarti ancaman kepada seseorang yang diajaknya bicara.

Kata ini sangat kasar dalam bahasa Sunda, jadi sebaiknya kamu menghindari dan menggantinya dengan bahasa yang lebih halus.

5. Lebok/Hakan siah

Saat melihat seseorang sedang diterpa kesulitan, jangan pernah mengucapkan lebok siah! atau hakan siah! karena artinya adalah “rasain kau!”.

Dengan mengucapkan kata ini sembarangan, bisa saja orang yang mendengarnya akan sakit hati mendengar kamu mengatakan hal tersebut. Oleh karena itu, hindari kata kasar ini ya!

6. Ontohod/Belekok

Ontohod atau belekok juga merupakan kata kasar dalam bahasa Sunda untuk mengekspresikan kekesalan yang berarti “bodoh sekali!”.

Jika kamu mengucapkan ini kepada orang Sunda yang biasa berbicara halus maka bisa saja kamu menyinggungnya karena kata ini sangat kasar.

7. Lelebok

Jika kamu pernah mendengar kata ini dari seseorang, jangan coba untuk diikuti ya. Karena lelebok merupakan bahasa Sunda kasar yang berarti “makan” atau “makanan” (lelebokeun).

Sebaiknya jika kamu ingin mengatakan “makan” maka bisa mengucapkan tuang.

8. Pekok siah

Pekok siah merupakan kata yang digunakan untuk mengejek seseorang dengan sebutan “kamu idiot”. Ada baiknya kamu menghindari kata kasar bahasa Sunda ini agar bisa saling menghargai satu sama lain.

9. Anying/Anjir

Dalam bahasa Indonesia, kita pun sering mendengar kata kasar ini. Dalam bahasa Sunda kata ini bernada candaan tapi kasar. Biasanya digunakan kepada sesama teman yang sudah akrab. Meskipun begitu, yuk kita hindari mengucapkan kata kasar ini! 😉

10. Deuleu

Pernah mendengar seseorang mengatakan deuleu? Deuleu artinya adalah “lihat”. Meskipun terdengar seperti bahasa Sunda biasa yang umum diucapkan oleh seseorang, kamu bisa mengganti kata tersebut dengan bahasa Sunda halus seperti tingali atau tingal.

Itulah 10 kata kasar bahasa Sunda yang harus kamu hindari penggunaannya termasuk Sunda Empire. Yuk, kita budayakan sikap saling menghormati satu sama lain. Salah satunya ialah dengan bertutur kata baik dan menghindari kata-kata kasar bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya.

Semoga bermanfaat! 😉

Jhonny Ingglis

Heyy... if someone calls you ugly , then do not despair because it is not necessarily the person is telling a lie.

Leave a Reply

Your email address will not be published.