Untuk Melestarikan Bahasa Bali, Pemprov Sampai Harus Turun Tangan

Bahasa Bali Aug 09, 2019 No Comments

Kenapa yang harus dibahas adalah bahasa Bali? Tentunya ada yang setuju dan tidak setuju dengan pertanyaan yang tersebut. Bahkan ada beberapa yang berpura-pura tidak mengerti makna pertanyaan tersebut.
Pada zaman modern seperti sekarang ini, bahasa Bali bisa diibaratkan sebagai sebuah pohon tua yang setengah daunnya sudah kering berguguran. Meskipun demikian, akarnya masih tetap kokoh guna menopang dahan dan rantingnya.

Penutur bahasa Bali kini sudah mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Kondisi ini terjadi lantaran begitu pesatnya arus globalisasi yang membuat bahasa dan budaya asing bisa dengan mudah masuk ke Bali.

Gratis Free Placement Test di EF, lebih detail klik link ini PROMO GRATISBelajar Inggris di EF English First semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Apalagi pulau Bali bisa dikatakan sebagai tujuan para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Maka dari itu, pengaruh arus globalisasi ini lebih kencang jika dibandingkan dengan derah lain yang ada di Indonesia.
Sementara itu, di sisi lain pola pikir kebanyakan para orang tua khusunya di Bali juga banyak yang sudah berubah. Yang mana kini banyak yang memaksakan anak-anaknya untuk belajar bahasa asing sejak dini.

Tapi jika dipikir lagi, rasa-rasanya hal semacam itu kurang bijak. Bukan bermaksud melarang belajar bahasa asing sejak dini, tapi alangkah lebih baiknya jika sebelum mempelajari bahasa orang lain, tanamkan terlebih dahulu kepada para generasi muda Bali untuk memahami behasa Ibu (bahasanya sendiri) terlebih dahulu.
Sudah jelas statement semacam ini akan menuai pro dan kontra. Akan tetapi kenapa Anda tidak berpikir secara perlahan terkait dengan pertanyaan di atas, dan kembali berpikir kenapa bahasa Bali harus dilestarikan.

I Nyoman Suka Ardiyasa, salah satu tokoh dan pemerhati bahasa Bali menyebutkan setidaknya ada 5 alasan kenapa bahasa Bali harus tetap dilestarikan, diantaranya adalah bahasa Bali merupakan identitas krama Bali.

Selain itu, bahasa Bali adalah akar budaya Bali. Dan, di sisi lain, bahasa Bali beralkulturasi dengan agam Hindu yang ada di Bali. Bahasa Bali juga bisa dikatakan sebagai simbol tata krama dan sopan santun masyarakat asli Bali. Dan, yang terakhir, bahasa Bali merupakan daya tarik pariwisata Bali.
Meskipun pernyataan di atas terbilang cukup singkat, tapi secara maksa sangat padat dan jelas. Oleh sebab itu, wajar saja jika Pemerintah Provinsi Bali sejak pertangahan tahun 2016 silam sudah genjar melakukan penyuluhan

Bahasa Bali di setiap Desa Dinas di Bali.

desa di pulau dewata

Yang terpenting sebenarnya adalah jangan pernah merasa gengsi pada saat menuturkan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai Anda malu dengan bahasa warisan nenek moyang Anda sendiri.

Pemprov Bali Terbitkan Pergub

Apa yang dilakukan oleh Pemprov Bali ini patut untuk diacungi jempol. Gubernur Bali sangat serius dalam upaya mempertahankan serta melestarikan bahasa Bali yang kini mulai kurang diminati, terutama oleh para kaum milenial.
Dalam upaya melestarikan bahasa Bali ini, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai upaya, diantaranya adalah dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 terkait dengan Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta terkait dengan Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.
Setiap hari kamis, semua PNS yang ada di Bali diharuskan untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Bali dalam hal pelayanan publik, baik di kantor pemerintah dan swasta, hingga di BUMN dan BUMD. Tujuannya hanya satu, supaya bahasa Bali tidak punah karena terlindas oleh arus globalisasi.

bali

Usai pemberlakuan pergub bahasa Bali tersebut, Pemprov langsung merancang dan melaksanakan bulan bahasa Bali, yakni setiap bulan Februari dalam satu tahun. Bulan Bahasa Bali ini bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari Pergub No. 80 Tahun 2018.

Sebelumnya, ada juga sejumlah implementasi dari Pergub tersebut yang juga sudah dilaksanakan, diantaranya seperti penggunaan Bahasa Bali dan pakaian adat Bali setiap hari kamis, hingga penggunaan aksara Bali pada papan nama seluruh Instansi yang ada di Pulau Dewata Bali.

Bahkan bisa dikatakan hingga saat ini sudah hampir 100% papan nama di Bali, baik pemerintah hingga swasta sudah menggunakan bahasa Bali. Dan, tak ketinggalan juga di Bandara, pelabuhan, terminal, yang merupakan pintu gerbang masuk ke Bali pintu gerbangnya juga sudah menggunakan bahasa Bali.
Beragam kegiatan sebagai langkah implementasi Pergub No. 80 Tahun 2018 ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian bahasa daerah Bali yang harus bisa menjadi identitas orang Bali itu sendiri.
Sebagai orang asli Bali, penting kiranya untuk semakin memperkuat jati diri sebagai orang Bali dengan cara menghargai bahasa daerahnya sendiri serta mau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan Bahasa Bali

hotel di bali

Untuk menyambut bulan bahasa Bali yang jatuh pada bulan Februari, bebagai lembaga pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi sudah banyak yang melakukannya. Sebuah kabar yang cukup positif terkait dengan pelestarian bahasa derah Bali.

Hingga saat ini, kegiatan bulan bahasa Bali pun terus dilakukan. Kegiatan tersebut ditandai dengan beberapa kegiatan mulai dari Nyurat (menulis di lontar) Aksara Bali secara masal, lomba, seminar, pemberian penghargaan, dan masih banyak lagi kegiatan yang lainnya.

Dipastikan, selama bulan Bahasa Bali tersebut, seluruh kegiatan akan menggunakan bahasa Bali secara penuh. Selain itu, para awak media yang meliputpun diharuskan untuk menggunakan bahasa Bali.
Para genarasi muda Bali penting kiranya untuk selalu menggunakan bahasa Bali sebagai jati diri warga Bali. Jangan sampai bahasa derah Bali ini terlindas oleh derasnya arus globalisasi.

Fani Ingglis

~To be a long life learner and with ink to the cemetery~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *