Ucapan Salam dari Berbagai Bahasa Untuk Modal Travelling!

Belajar Bahasa Nov 21, 2017 No Comments

Menguasai berbagai macam ucapan salam dalam berbagai versi bahasa sudah pasti akan sangat membantu bagi Anda yang memiliki hoby traveling. Saat berkunjung ke suatu tempat dengan kultur bahasa dan budaya yang berbeda, pastinya ada tata cara tertantu pada saat ingin memulai sebuah percakapan.

Misalnya saja seperti ini, jika ada dua orang saling bertemu, maka dalam bahasa Indonesia umumnya kalimat untuk mengawali percakapan adalah ‘Apa kabar?’. Pertanyaan seperti ini umumnya ditujukan untuk mengetahui kabar terakhir lawan bicaranya.

Tetapi yang perlu Anda pahami adalah ungkapan seperti ini sebenarnya hanyalah semata-mata kebiasaan di dalam bahasa Indonesia untuk membuka salam dan juga untuk membuka percakapan selanjutnya.

Dan yang ditanya biasanya juga akan menjawab ‘Kabar baik/baik’. Walaupun mungkin dirinya hendak pergi ke dokter untuk berobat ataupun ternyata rumahnya habis kemalingan sekalipun.

Bagi Anda yang hoby traveling ke berbagai macam negara, penting untuk mengetahui hal-hal semacam ini. Sudah pasti sekali waktu ada situasi yang mengharuskan Anda untuk menyapa/memulai obrolan dengan penduduk setempat.

[extoc]

Ucapan Salam Dalam Berbagai Versi Bahasa Di Dunia

blogspot.com

Perlu Anda pahami bahwasanya menyampaikan salam untuk membuka percakapan jika bertemu seseorang dalam setiap bahasa berlainan. Contohnya saja dalam bahasa Inggris untuk memulai sebuah percakapan umumnya dengan mengtakan ‘How are you?’ atau bisa juga ‘How do yo do?’. Anda bisa mempertajam pemahaman bahasa Inggris anda dengan les bahasa Inggris di Bogor.

Dalam bahasa Prancis, umumnya yang diucapkan adalah ‘Bonjour’. Sedangkan dalam bahasa Jepang umumnya yang diucapkan adalah ‘O genki desuka’. Dan dalam bahasa Arap umumnya sapaan yang akan diucapkan adalah ‘Assalamualaikum’.

Ungkapan seperti di atas tadi bisa dikatakan sebagai sebuah sapaan yang tidak ada artinya atau sebenarnya ada artinya tetapi pada umumnya orang yang mendengarnya tidak mengartikannya sebagaimana arti yang sesungguhnya.

Jadi sederhananya, ungkapan-ungkapan seperti itu merupakan basa-basi ataupun kebiasaan yang diterima begitu saja. Ungkapan-ungkapan itu sudah menjadi basa-basi atau kebiasaan yang diterima begitu saja. Ungkapan salam yang tidak diartikan seperti arti yang sebenarnya ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaan yang maksud utamanya adalah untuk membuka sebuah percakapan.

Jadi kata-kata seperti ini hanyalah basa-basi yang sebenarnya menyimpan sebuah arti bahwa orang yang mengucapkannya ini bersedia untuk melanjutkan sebuah percakapan dengan orang yang ditegur.

http://www.stepbystep.com/

Tetapi yang perlu dipahami juga bahwa hal seperti ini juga tergantung dari nada ataupun cara dia pada saat mengucapkan kalimat tersebut. Kenapa? Sebab kalimat-kalimat yang penuh dengan kata penghormatan sekalipun jika diucapkan dengan cara tertentu justru bisa menyinggung perasaan dari lawan bicaranya.

Jadi pada dasarnya sangat bergantung dengan hubungan orang yang menegur dengan orang yang ditegur. Maksudnya adalah jika sebelumnya hubungan dari keduanya sudah begitu erat, mungkin keduanya tidak perlu lagi memerlukan basa-basi.

Mungkin saja teriakan ‘Hai!’ ataupun semacamnya sudah cukup untuk memulai sebuah percapakan. Bahkan uniknya ada yang justru menggunakan bahasa yang terbilang kasar dan kotor untuk memulai sebuah obrolan.

Contohnya saja orang-orang Surabaya. Ketika keduanya sudah begitu erat, tidak mustahil ungkapan ‘Diancuk’ maupun ‘Diampot’ yang sebenarnya dalam sebuah percakapan kata-kata seeperti ini tabu atau tidak boleh diucapkan malah justru sering digunakan untuk memulai sebuah obrolan.

Atau orang-orang Sunda mungkin saja akan mengucapkan ‘Siah’ kepada kawan akrab mereka yang sudah lama tidak bertemu. Padahal kata-kata tersebut sebenarnya kata-kata kasar/jorok yang sangat tabu untuk diucapkan.

Bahasa Tubuh Dalam Mengucapkan Salam

http://www.opodo.de/

Pada dasarnya, bahasa tubuh yang menyertai ungkapan-ungkapan untuk memulai pembicaraan di setiap bahasa juga berbeda-beda. Misalnya saja ada yang sambil berjabat tangan, ada juga yang sambil mengangkat kedua tangan ke depan dada sambil dikepalkan, dan ada juga yang sambil membungkukan badannya sampai derajat tertentu.

Tidak hanya itu saja, ada juga yang sambil merengkulkan kedua tangan untuk memeluk lawan bicaranya, dan bahkan ada juga yang sampai disertai dengan ciuman di kedua belah pipi.

Jika dilihat dari sejarahnya, sebenarnya kebiasaan memeluk sambil mencium kedua belah pipi seperti ini bukanlah kebiasaan dari orang Indonesia. Kebiasaan seperti ini baru muncul beberapa tahun belakangan ini dan hanya menjadi kebiasaan orang Indonesia kalangan tertentu saja.

Kemungkinan besar kebiasaan saling peluk dan saling cium kedua belah pipi seperti ini pengaruh dari budaya Arab yang dibawa oleh orang-orang muslim pendatang. Tetapi kebiasaan seperti ini hanya dilakukan diantara sesama lelaki saja.

Namun di Indonesia sekarang ini kebiasaan saling cium pipi juga sudah dilakukan antara laki-laki dan juga perempuan. Kebiasaan seperti ini mungkin saja pengaruh dari budaya Prancis (Eropa).

Jadi seperti itulah beberapa hal yang perlu Anda pahami sebagai bekal traveling Anda. Beda negara pastinya akan berbeda cara mengawali pembicaraan. Untuk itulah tahu sedikit seperti apa ucapan salam tempat yang akan Anda kunjungi sangat penting untuk dilakukan.

Jhonny Ingglis

Heyy... if someone calls you ugly , then do not despair because it is not necessarily the person is telling a lie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *