Trik Paling Cepat Dan Mudah Belajar Bahasa Aceh

Bahasa Aceh Aug 14, 2018 No Comments

Dilihat dari sejarahnya, Bahasa Aceh ini adalah bahasa yang diturunkan oleh suku Aceh yang berdomisili di wilayah pesisir, sebagian pedalaman, serta sebagaian kepulauan yang ada di Aceh. Nah, sejarah bahasa Aceh sendiri sering menjadi bahan penelitian loh. Untuk kamu yang penasaran mungkin kamu bisa les bahasa inggris di Bandung atau kota lainnya karena banyak penelitian yang ditulis dalam bahasa inggris.

Mau Jago Bahasa Inggris? Klik dan dapatkan Promo Diskon Hemat 2,3 Juta di EF Go Global 2019 untuk Kursus/Les Bahasa Inggris di EF English First. Belajar Bahasa Inggris makin seru, hanya di EF!

Nah, kenapa ya bisa banyak di teliti? Hal ini, karena bahasa Aceh masuk dalam rumpun bahasa chemic yang merupakan cabang dari bahasa Melayu-Polinesia yang merupakan cabang dari bahasa Austronesia. Sedangkan beberapa yang masih memiliki kekerabatan dengan bahasa Aceh seperti bahasa cham, jarai, rogli, dan juga 6 bahasa lain yang masih tergolong dalam rumpun bahasa chemic.

Dari penjelasan tersebut, rasa-rasanya Bahasa Aceh termasuk bahasa yang kuno. Dan menurut teori linguistik, semakin kuno sebuah bahasa maka semakin sulit untuk dipelajari. Meskipun demikian, bukan berarti kamu tidak bisa belajar Bahasa Aceh. Apalagi jika kamu memang berniat untuk tinggal di Aceh. Setidaknya kamu tahu beberapa kosakata penting dalam Bahasa Aceh.

Literatur Bahasa Aceh

Sebelum mengulas lebih dalam lagi mengenai trik belajar bahasa Aceh dengan cepat, tidak ada salahnya jika menyinggung lebih jauh lagi mengenai seluk beluk dari bahasa Aceh itu sendiri.

Sampai detik ini, manuskrip berbahasa Aceh tertua yang bisa ditemukan berasal dari tahun 1069 H atau 1658/1659 M yang terdapat pada hikayat seuma’un. Pada mulanya, sebelum penjajah Belanda datang ke Aceh, hampir semua literatur dari bahasa Aceh berbentuk puisi atau yang lebih dikenal dengan hikayat.

Memang ada bahasa Aceh yang berbentuk prosa, contohnya saja seperti kitab bakeu neunan yang merupakan terjemahan dari kitab qawaa’id al-Islaam. Tetapi jumlahnya terbilang sangat sedikit.

Lalu setelah kedatangan Belanda di tanah Aceh, barulah bermunculan karya tulis yang menggunakan bahasa Aceh dalam bentuk prosa yang terjadi pada tahun 1830-an. Misalnya saja seperti lhee sabah nang yang ditulis Aboe Bakar dan De Vries.

Kemudian setelah itu barulah bermunculan berbagai jenis karya tulis dengan bentuk prosa. Tetapi meskipun demikian, kebanyakan masih saja didominasi oleh karya tulis dengan bentuk hikayat.

Cara Berbicara Dengan Orang Aceh

Apapaun jenis bahasanya, pasti ada tata cara dalam bertutur kata di dalamnya. Intinya kamu harus menyesuaikan dengan orang yang ingin diajak bicara. Berikut ini adalah beberapa contoh bahasa Aceh yang mungkin akan sangat berguna pada saat kamu berada di Aceh.

Pue Haba

Umumnya, masyarakat Aceh sering menggunakan pue haba untuk menanyakan kabar. Selain pue haba, untuk menanyakan kabar kamu juga bisa mengucapkan kiban haba. Namun peu haba adalah yang paling sering digunakan oleh masyarakat Aceh ketika ingin menanyakan kabar.

Kah Lagak

Kah lagak ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kamu cantik.” Penggunaan dari kah lagak ini seringnya dipakai untuk wanita yang secara umur lebih muda, baik adik, maupun teman perempuan.

Dan yang perlu diperhatikan adalah mengucapkan kah lagak ini terdengar sangat tidak sopan jika lawan bicaranya lebih tua. Untuk seseorang yang lebih tua bisa menggunakan gata lagak atau droe neuh lagak.

Ikuti Video Wisata Jakarta bersama Iona dan Ebba (Sweden) : EF.ID/wisatajakarta

Selain itu, lagak ini juga bisa kamu ganti dengan tari, yang secara arti juga sama yaitu cantik. Selain tari, kamu juga bisa menggantinya dengan mameh yang dalam bahasa Indonesianya berarti manis.

Dari sedikit pemaparan di atas, sangat jelas bahwa dalam bahasa Aceh juga menggunakan tingkatan. Jadi ada bahasa Aceh kasar dan halus tentunya. Misalnya saja seperti penggunaan kata kah, gata, dan droe nue yang secara arti sebenarnya sama, yaitu “kamu”.

Tetapi ketiganya memiliki perbedaan dalam penempatan katanya. Untuk kah, umumnya dipakai ketika lawan bicara kamu adalah sebaya, seumuran, atau antar teman. Sebab kah ini termasuk dalam bahasa Aceh yang kasar.

Sedangkan untuk droe nue tergolong sebagai bahasa Aceh yang lebih halus atau sopan. Umumnya digunakan pada saat orang tua berbicara kepada seseorang yang lebih muda atau kepada adik.

Dan untuk droe keuh ini, meskipun secara tingkatan sama dengan droe nue, tetapi secara penggunaan umumnya berbeda. droe keuh ini seringnya digunakan oleh guru kepada muridnya atau kepada yang lebih muda.

Sulit ya? Dalam belajar bahasa, memang masa-masa awal tentu saja sulit. Sama halnya ketika anak SD yang diajari Bahasa Inggris. Sulitnya bukan main. Tapi, coba ingat-ingat kembali bagaimana kamu sekarang bisa menguasai Bahasa Inggris walaupun beberapa kata saja? Betul sekali. Karena sering bertemu dengan kosakata Bahasa Inggris, entah itu dari film, brosur berbahasa Inggris, fitur di hp, dan lain sebagainya. Jadi, dengan terus bersinggungan dengan Bahasa Aceh, dijamin, kamu juga bisa cepat menguasainya.

Semoga ulasan yang cukup singkat mengenai penggunaan bahasa Aceh ini bisa berguna bagi kamu ya. Terutama bagi kamu yang ingin sekali belajar bahasa Aceh, entah itu karena urusan bisnis atau barangkali mencari jodoh orang Aceh.

Jhonny Ingglis

Heyy... if someone calls you ugly , then do not despair because it is not necessarily the person is telling a lie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *