Categories
Bahasa Betawi

5 Fakta Unik Bahasa Betawi Yang Jarang Terekspos

BAHASA BETAWI – Perkembangan di era digital seperti sekarang ini memang berjalan begitu cepat. Termasuk dengan banyaknya keberanekaragaman dalam hal komunikasi. Tidak bisa dipungkiri jika budaya barat berkembang dengan cukup pesat di Indonesia. Coba sekarang Anda perhatikan lingkungan di sekitar Anda, banyak para orang tua yang justru mengajarkan anaknya untuk tidak menggunakan bahasa daerahnya. Para orang tua tersebut justru lebih memilih mengajarkan bahasa Indonesia atau bahasa asing sejak anaknya masih belajar bicara.

Memang hal tersebut bukan sesuatu yang salah. Tapi di sisi lain akan semakin membuat bahasa derah semakin tenggelam. Keadaan seperti ini pastinya kurang begitu baik untuk keberadaan bahasa daerah di masa depan. Bisa jadi 10 atau 20 tahun lagi, bahasa daerah Anda akan punah dimakan zaman.

Berbanding terbalik, justru budaya sendiri mulai ditinggalkan. Misalnya saja Bahasa Betawi. Suku Betawi yang sebenarnya merupakan penduduk asli Jakarta justru sudah banyak yang kurang berminat dengan bahasa asli derahnya tersebut.

Terlepas dari itu semua, penduduk asli dari Ibu Kota Indonesia ini memiliki cara berkomunikasi sendiri yang terbilang cukup unik. Apa saja keunikan dari bahasa Betawi? Simak terus ulasannya di sini.

Unsur Daerah

Bahasa Betawi bisa dibilang memiliki unsur daerah yang tinggi. Jakarta bisa dikatakan sebagai jantung dari negara Indonesia. Banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengadu nasib setiap tahunnya.
Tapi untuk mengetahui penduduk asli Jakarta sangat mudah. Hanya dengan cara menggunakan bahasa Betawi, Anda akan paham mana yang asli Jakarta dan mana yang pendatang.

Keunikan dari unsur daerah inilah yang tidak akan dimiliki oleh para pendatang. Sebab para pendatang cenderung menggunakan bahasa Indonesia pada saat berkomunikasi. Keunikan unsur daerah Suku Betawi ini akan selalu ada karena menjadi hal yang cukup penting.

Digunakan Saat Kesenian

Bahasa Betawi sering sekali digunakan pada saat pentas, mulai dari alunan nyanyian, tarian daerah Betawi, pentas seni ondel-ondel, sampai dengan teater. Kesenaian dengan menggunakan bahasa daerah seperti ini penting untuk selalu dilestarikan.

Berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang masih kurang mengimplementasikannya, bahasa Betawi justru menjadi bahasa utama dalam pagalaran lenong. Sebuah tontonan yang memberikan motivasi dan pesan moral berkenaan dengan kehidupan.

Penggunana bahasa dalam ajang kesenian semacam ini penting sekali untuk terus dipertahankan. Upaya semacam ini berguna untuk melestarikan kebudayaan yang ada. Jangan sampai budaya yang sudah turun-temurun sirna ditelan perkembangan zaman.

Apalagi melestarikan bahasa daerah sebenarnya sangatlah mudah, karena setiap hari pasti Anda berkomunikasi. Oleh sebab itu jangan pernah malu menggunakan bahasa Betawi untuk komunikasi sehari-hari.

Bahasa Gaul

Tahukah Anda jika bahasa Betawi lebih dikenal dengan istilah bahasa gaul. Fakta yang satu ini banyak dikatakan oleh masyarakat Betawi sendiri secara langsung. Banyak kosa-kata betawi yang justru booming di daerah lain dan berubah menjadi bahasa kaum milenial.

Contoh sederhananya adalah kata gue dan elo, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia gue berarti saya, dan elo berarti kamu. Namun kosakata Betawi ini justru banyak dipahami sebagai bahasa gaul.

Hal ini kemungkinan besar ada andil yang cukup besar dari sinetron yang sering diotontonnya di televisi. Disinetron sendiri memang cukup banyak menggunakan bahasa tersebut. Jadi wajar saja jika masyarakat umum justru lebih mengenalnya sebagai bahasa gaul.
Dan, bahasa gaul ini memang memiliki aksen yang sedikit berbeda. Kemudian untuk penggunaannya sendiri pun menyesuaikan pada kebutuhan. Oleh sebab itu, kiranya cukup penting untuk memahami bagaimana pemahaman mengenai bahasa Betawi ini.

Kosakata yang Mudah

Penggunaan kosakata dari bahasa Betawi terbilang cukup mudah untuk dipahami. Oleh sebab itu, untuk Anda yang ingin belajar sungguh-sungguh dijamin akan cepat menguasainya. Sebab ada kemiripan dengan penggunanan kosakata dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, terdapat begitu banyak kosakata yang bisa dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja penggunaan kata ayah menjadi babeh, ibu menjadi enyak, dan lain sebagainya.
Kemudian untuk kata-kata benda yang ada di dalam kehidupan sehari-hari juga banyak yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Kemungkinan besar dari Anda sudah banyak yang mengerti arti dari kata bupet, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti laci.

Di masyarakat sendiri, sebenarnya kata-kata seperti itu mudah sekali dikenal. Seperti halnya centong yang memiliki arti sendok makan. Karena itu, alangkah lebih baiknya untuk terus melestarikan basa tradisional Betawi ini.

Cocok untuk Segala usia

Foto Dokumentasi : Dimsum Jakarta – TheDimsum.ID – Stadion Utama Gelora Bung Karno

Berkenaan dengan pembelajaran bahasa Betawi sendiri bisa dilakukan sejak dini. Sebab kosakata yang ada tidak mengandung unsur kekerasan sedikitpun. Selain itu, kosakata dalam bahasa Betawi dibuat dengan begitu rapi dan tapat dalam hal penggunaanya.

Baik awalan maupun akhiran yang ada bisa dikatakan sangat tepat serta sesuai dengan kebutuhan. Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya jika mengajarkan bahasa daerah kepada anak sejak dini.

Yang mana, seseiorang justru akan lebih paham mengenai perkataan yang ada. Selain itu, peralihan bahasa yang digunakan juga tidak terlalu merepotkan dan sangat tepat. Jadi saat usia dini inilah waktu yang sangat tepat untuk mengenalkan salah satu bahasa daerahnya sendiri. Jangan justru Anda membiarkan bahasa derah tersebut punah begitu saja.

Selalu lestarikan budaya, sebab budaya inilah yang akan menjadi ciri khas dari daerah Anda sendiri. dengan begitu, segala hal yang berkaitan dengan kehidupan dan komunikasi haruslah menggunakan bahasa daerah tersebut. Dan, jangan sampai Anda sebagai masyarakat asli Betawi tidak paham bahasa derah Anda sendiri.

Categories
Bahasa Betawi

Dua Suku Yang Mempengaruhi Aksen Dari Bahasa Betawi

Bahasa betawi adalah bahasa asli yang dituturkan oleh penduduk asli Jakarta. Bahasa ini memiliki aksen yang kedengarannya menarik untuk didengar. Dan aksen ini kenyataannya dipengaruhi oleh dua suku besar yang ada di nusantara. Dua suku ini memang mulanya mendiami Jakarta tempo dulu. Namun harus dipahami bahwa tidak hanya dua suku itu saja yang bertempat tinggal di Jakarta. Melainkan banyak suku yang rata-rata pernah tinggal di kawasan ibukota.

Sejauh ini, masyarakat betawi agaknya terpinggirkan di tempat asalnya. Ini tak lain disebabkan oleh pembangunan besar-besaran yang terjadi di ibukota. Pembangunan ini memaksa masyarakat yang mendiaminya harus rela pergi demi menghormati kebijakan pemerintah.

Sekilas Mengenal Masyarakat Dan Bahasa Betawi

Masyarakat betawi bisa dibilang sebagai masyarakat asli yang mendiami ibukota Jakarta. Suku ini dianggap sebagai suku paling muda di tanah air. Menurut sejarah, suku ini diketahui baru muncul pada tahun 1673.
Tentunya, ini sangat berbeda jauh bila dibandingkan dengan suku-suku yang ada di bumi nusantara. Karena memang suku betawi ini terbentuk dari perpaduan suku-suku yang ada di tanah air.

Foto Dokomentasi : Bunderan HI – Dimsum Jakarta

Beberapa pakar menyebutkan kalau suku ini terbentuk dari percampuran suku di tanah air. Melalui perkawinan antara suku yang dulu mendiami rame-rame di Jakarta, akhirnya muncullah masyarakat baru yang kini dikenal dengan suku betawi.

Diantara suku-suku yang pernah mendiami ibukota Jakarta adalah Melayu, Jawa, Sunda, Arab, Makassar, Ambon, Bugis, serta Tinghoa. Sama-sama mendiami kawasan tersebut, akhirnya muncul perkawinan di antara suku tersebut. Makanya, orang betawi secara historis memiliki darah dari sejumlah suku di nusantara.
Mengenai penamawan betawi sendiri, nama ini ditengarai dari logat si penutur manakala menyebut Batavia tempo dulu. Batavia sendiri adalah nama Jakarta di masa penjajahan.

Mengenai bahasanya sendiri, bahasa betawi merupakan anak bahasa Melayu. Bahasa ini juga dipengaruhi oleh keberadaan dari suku itu sendiri. Artinya, ada unsur-unsur yang melekat di bahasa tersebut. Diantaranya adalah unsur Sunda, Jawa, Arab dan lain sebagainya.

Pada masa lampau, bahasa ini hanya digunakan oleh masyarakat menengah kebawah. Komunitas yang sering menggunakan bahasa ini di masa lampau adalah komunitas pedagang dan budak.
Namun seiring perkembangannya, kini bahasa ini telah digunakan oleh banyak orang. Apalagi bahasa dan budayanya mulai dihidupkan oleh sejumlah orang. Yang paling kentara adalah Benyamin Sueb yang getol dalam memperkenalkannya.

Ciri Khas Dari Pelafalan Kata Dalam Bahasa Betawi

Jakarta memang tidak lagi milik dari suku betawi saja. Di tengah kemodernan, suku ini malah terpinggirkan. Suku ini lebih memilih untuk mengasingkan diri di pinggiran Jakarta.

Meskipun begitu, suku ini masih menunjukkan eksistensinya. Bahkan, bahasa yang khas dan budayanya masih bisa Anda lihat. Pengenalan ini tak luput dari masyarakat betawi yang tetap menjaga kelestariannya.
Mengenai aksennya sendiri, bahasa betawi tentu saja memiliki keunikan tersendiri. Ada kekhasan sendiri yang tentunya membedakan dengan bahasa daerah lainnya. Salah satunya adalah pelafalan yang kadang memiliki kesan membentak.

Kemudian yang tak kalah penting adalah pelafalan bunyi akhir yang hampir sebagian besar selalu berubah menjadi bunyi e. Contohnya adalah kemana akan menjadi kemane.
Menariknya, siapapun bisa dengan mudah untuk mempelajari bahasa ini. Bahkan, Anda tidak akan kerepotan untuk menguasainya. Karena hampir sebagian besar bahasanya diserap dari bahasa Indonesia. Dan pelafalannya tinggal merubah bagian belakangnya menjadi e.

Dua Suku Yang Berpengaruh Pada Aksen Bahasa Betawi

Suku betawi ditengarai muncul dari perpaduan sejumlah suku di tanah air. Perpaduan beberapa suku ini lantas membentuk sebuah komunikasi yang saling disepakati sebagai bahan pemersatu. Dan bahasa betawi adalah buahnya.

Dari sekian banyak suku yang ada, hanya ada dua suku besar yang ditengarai mempengaruhi aksen dari bahasa itu sendiri. Suku yang dimaksud adalah suku Melayu dan Makasar.
Suku melayu sendiri kala itu mendiami daerah Kebayoran. Dan pengaruh yang diberikan pada bahasa ini adalah pada pelafalan bunyi sebuah kata. Pada hampir setiap kata, akhiran kata akan berbunyi e.

Bunyi e pada setiap kata ini jelas menjadi ciri khas dari bahasa Melayu sendiri. Dan ini menjadi tanda kalau suku melayu menjadi salah satu suku terbesar yang dulunya mendiami Jakarta.
Sementara suku Makasar kala itu lebih banyak mendiami daerah peisir Jakarta. Keberadaannya juga mempengaruhi gaya berbahasanya. Diantaranya adalah logat yang lucu serta cara bicara yang lebih cepat dan kesannya menggertak.

Walaupun begitu, kawasan pesisir ini masih sama dalam pelafalan kata. Ujung dari kata yang diucapkan masih berakhiran e. Hanya saja, ada penambahan kesan dari gertakan dan gaya berbicara cepat.
Sejauh ini, gaya berbahasa yang digunakan mulai menyebar ke seluruh penjuru Jakarta. Tentu saja, orang yang menuturkan adalah mereka yang merupakan masyarakat asli Jakarta tempo dulu.

Sedangkan untuk suku-suku lain tidak banyak mempengaruhi gaya bahasanya. Hanya beberapa kata serapan yang dimasukkan ke dalam bahasa komunikasinya. Contohnya adalah kata yang diserap dari bahasa arab.
Terlepas dari hal itu, kedua suku inilah yang lebih banyak memberikan pengaruh besar terhadap kemunculan bahasa tersebut. Kini, bahasa ini mulai sering terdengar di telinga masyarakat Indonesia.

Eksistensinya ini tak lain disebabkan oleh kepedulian dari masyarakat asli Jakarta itu sendiri. Para penggiatnya bahkan menunjukkan budaya yang dimiliki warga setempat. Dan ini menjadi salah satu cara agar bahasa betawi dan suku betawi tidak hilang ditelan oleh kemodernan ibukota.

Categories
Bahasa Betawi

Melihat Kembali Daya Tarik Wisata Jakarta Di Masa Lalu Guest Post by : Ayu Caesar Tiara

Nah, jika berbicara tentang wisata Jakarta, pasti banyak dari kamu yang kepikirannya dufan lagi, ancol lagi atau wisata alam seperti karimun jawa. Belum wisata aja udah kerasa capenya, sebetulnya wisata-wisata tersebut cukup seru untuk dilakukan khususnya bersama teman-teman, tapi jika tujuan kamu adalah untuk relaksasi atau sekedar jalan-jalan santai, ternyata kota Jakarta punya pilihan wisata lain yang bukan hanya mudah dijangkau, tapi ramah di kantong juga loh. Selain murah tempat ini juga bisa sekaligus kamu jadikan sebagai tempat les bahasa Inggris di Jakarta karena banyaknya turis asing yang datang kesini.

Ikuti Video Wisata Jakarta bersama Iona dan Ebba (Sweden) : EF.ID/wisatajakarta

Nah, kalau kamu tertarik untuk sekedar jalan-jalan santai disekitaran kota Jakarta, tenang penulis punya jawabannya.

Di tengah hiruk pikuk dan gedung-gedung tinggi di Jakarta, kota ini ternyata tidak melupakan atau tidak meninggalkan begitu saja peninggalan terdahulunya. Penasaran kan gimana sih “penampilan” Jakarta sebelum berkembang sehebat sekarang?

Wisata Kota Tua Jakarta

Untuk kamu yang penasaran, Wisata Kota Tua Jakarta adalah jawabannya. Dengan luas wilayah sekitar 1.3 km persegi, Wisata Kota Tua Jakarta terletak diantara Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Wilayahnya yang luas menyuguhkan kamu pemandangan kota ala tempo dulu nya Jakarta. Kurang lebih seperti Jalan Braga di Bandung atau Kota Lama di Semarang.

Untuk kamu yang membawa kendaraan, disana disediakan tempat khusus untuk menitipkan kendaraan kamu, atau kamu juga bisa menggunakan jasa transportasi umum seperti KRL atau Transjakarta. Nah sekarang, kita lihat yuk ada apa saja ya di Kota Tua Jakarta?

Museum Fatahillah

Image Source: metro[dot]tempo[dotco
Kalau di Bandung ada museum Asia Afrika sebagai salah satu ikon Bandung tempo dulu, Jakarta punya Museum Fatahillah. Saat kamu berkunjung ke Kota Tua Jakarta, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi museum ini.
Saat masuk kedalam museum ini, kamu bisa langsung menyadari suasana kental khas Eropa didalamnya khususnya dari segi arsitekturnya. Untuk masuk kedalam juga dibandrol harga yang tidak mahal loh. Harga tiket masuk dikenakan 5000 rupiah untuk dewasa dan kamu bisa mendapatkan potongan jika kamu masih menjadi pelajar atau mahasiswa aktif. Murah banget kan??

Nah, gedung dari Museum Fatahillah sendiri dulunya difungsikan sebagai balai kota pada masa penjajahan Belanda. Di dalam Museum Fatahillah, kamu bisa melihat benda-benda peninggalan jaman dahulu. Dari mulai perabotan yang pernah dipakai dulu, hingga peninggalan-peninggalan seperti karya seni dan senjata. Disini kamu juga bisa melihat karya rekayasa kejadian-kejadian bersejarah yang terjadi disana loh, seperti beberapa pemberontakan dan juga bentuk asli Kota Batavia sebelum menjadi Jakarta.

Memasuki bagian tengah gedung, ada taman yang bisa kamu gunakan sebagai tempat istirahat, kamu juga bisa mengunjungi salah satu tempat yang menarik perhatian penulis, yaitu penjara bawah tanah. Yap! Selain difungsikan sebagai balai kota, gedung ini juga pernah difungsikan sebagai pengadilan dan tempat tahanan. Kebayang gak sih ngerinya? Di ruangan tahanan yang kecil dan pengap, dipaksa masuk berpuluh-puluh orang didalamnya. Jadi, banyak yang harus gugur bahkan sebelum hukuman mati diputuskan oleh pengadilan. Sedih ya?

Museum Bank Indonesia

Image Source: travellingweb[dot]id
Selain Museum Fatahillah, di Kota Tua juga ada Museum Bank Indonesia. Letaknya tidak jauh dari Museum Fatahillah. Untuk bisa masuk kedalam, tiket masuk dibandrol harga yang sama seperti Museum Fatahillah, yaitu Rp 5000 untuk dewasa. Nah berita baiknya, jika kamu masih pelajar atau mahasiswa, atau kamu yang membawa adik atau anak dibawah 3 tahun, tiket masuknya tidak dikenakan biaya alias gratis. Pada seneng kan pasti kalau yang gratis-gratis gini?

Nah, dulunya museum ini ternyata rumah sakit yang di alihfungsikan menjadi sebuah bank. Kemudian, sejak Indonesia merdeka, bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia. Beberapa tahun kemudian, Bank Indonesia dipindahkan ke gedung baru, karenanya gedung ini kemudian dimanfaatkan menjadi sebuah Museum.

Disini, bukan hanya kamu bisa melihat beberapa peninggalan antik dan unik seperti lukisan dan kaca patri, kamu juga bisa ikut belajar mengenai perkembangan sektor perbankan Indonesia. Museum ini juga punya ruang teater yang sering memutar film-film tentang sejarah perbankan dan juga Bank Indonesia.

Museum Wayang

Image Source: jktgo[dot]com
Nah pasti sudah bisa ditebak kan isi dari Museum ini apa? Sesuai dengan namanya, museum ini memiliki koleksi wayang bukan hanya dari Indonesia tapi juga dari mancanegara. Bukan hanya itu, kamu juga bisa melihat cerita mengenai VOC dan Jakarta disini. Saat penulis kesana sekitar setahun yang lalu, museum ini membandrol harga 2000 rupiah untuk tiket masuk. Dan sama seperti museum lainnya, museum ini tutup di hari Senin.

Sayangnya, saat penulis kesana sudah dekat waktu museum ini untuk tutup, yaitu sekitar pukul 5 sore, jadi pastikan kamu kesini dari pagi ya, agar bisa sempat mengunjungi seluruh tempat di Kota Tua.

Museum Bahari

Image Source: cityseeker[dot]com
Nah, mungkin banyak dari kamu yang belum tahu, bahwa kota Batavia alias Jakarta di masa lalu itu menjadi salah satu pusat perdagangan. Sistem perdagangan dulu masih menggunakan kapal nih teman-teman.

Untuk kamu yang penasaran dengan sejarahnya dan sejarah kelautan Indonesia, kamu bisa datang ke Museum Bahari. Disini kamu bisa belajar tentang sektor maritim Indonesia lengkap dengan perkembangan pertahanan laut Indonesia.
Disini kamu bisa melihat jangkar kapal laut, meriam, peralatan perkapalan seperti teropong, alat navigasi, dan juga miniatur-miniatur kapal di jaman dulu.

Tidak jauh dari museum ini, kamu juga bisa mengunjungi menara yang dulunya difungsikan sebagai pemantau kapal yang keluar dan masuk wilayah Batavia. Tidak jauh berbeda dari museum lainnya, harga tiketnya pun hanya 2000 hingga 5000 rupiah saja.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Image Source: museumseni[dot]jakarta[dot]go[dot]id
Museum ini menyajikan beragam macam seni rupa dan keramik dari mulai patung, batik tulis dan juga gambar yang berupa sketsa. Koleksi yang ada di museum ini juga menyimpan koleksi-koleksi penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia loh.

Lebih serunya lagi, terdapat Studio Gerabah didalam museum ini, di studio ini kamu bisa membuat gerabah secara langsung, kamu juga akan diajari berbagai macam teknik membentuk, mencetak dan roda putar. Oven untuk memanggang hasil karya kamu juga sudah disediakan disana. Seru kan?

Rumah Akar

Image Source: pubinfo[dot]id
Wah kamu pasti penasaran bukan kira-kira kenapa ya tempat ini disebut rumah akar? Masih memiliki gaya arsitektur Eropa, tempat ini menjadi salah satu tempat unik karena dipenuhi dengan akar-akar dari pohon yang berusia ratusan tahun. Karenanya tempat ini disebut rumah akar atau rumah pohon. Walaupun terkesan ngeri, tapi saat masuk kedalam dan sedikit kelihaian kamu dalam menggunakan kamera, tempat ini bisa menjadi tempat foto yang keren dan artistik, makanya banyak juga yang bahkan menjadikan tempat ini sebagai lokasi foto pre-wedding.

Nah itu dia wisata Kota Tua Jakarta yang bisa kamu kunjungi di akhir pekan. Disana juga tersedia banyak tempat makan sehingga kamu tidak perlu khawatir saat kamu merasa lapar. Jika tidak ingin terlalu penuh saat berkunjung, kamu juga bisa kesana saat hari-hari kerja, tapi jangan kesana saat hari Senin atau Hari Libur Nasional ya, karena museum disana rata-rata tutup di hari tersebut.

Kosakata Bahasa Betawi

Berbicara tentang Jakarta di jaman dulu, gak lengkap kalau kamu gak belajar bahasa Betawi. Bahasa ini cukup mudah dipelajari juga loh. Jika kamu pernah menonton film Si Doel, pasti kamu sudah cukup familiar dengan bahasa ini dari logat maupun kata-katanya. Untuk memudahkan kamu, yuk lihat kosakata harian bahasa Betawi yang bisa kamu pelajari dibawah ini:

Bahasa BetawiArtinya
Bujug bunengBusyet atau Wah
DablegKeras kepala
BageninBiarin saja
JabaninLayanin
GorohBohong
AwangMalas
Kaga dantaTidak jelas
KedumanKebagian
PurikNgambek
BaderBandel
Bodo nananBodo amat
GasikCepet
Ilokan ah?Masa sih?
JuntrunganSebab musabab
CebanSepuluh ribu
CetekDangkal atau gampang
BahenolCantik
BacotMulut
Eneng Anak perempuan
EncangOm
EncingPaman
EluKamu
KedalonTerlalu lama
LepekBasah kuyup
NegongBelok
Mencla-mencleBicara ngelantur
MeledukMeledak
MindoMakan nasi dua kali
NgejeplakAsal bicara
NgendonBerdiam diri
TubrukTabrak
BegahKekenyangan
BejibunBanyak
DedemitMakhluk halus
DedengkotTokoh atau biang
EmpotSebel atau benci

Nah itu dia beberapa kosakata bahasa Betawi yang bisa kamu pelajari. Jadi sambil berkunjung ke Kota Tua nanti, kamu bisa sekaligus mencoba mengobrol dengan orang betawi asli yang pasti sering kamu temui disana. Selamat jalan-jalan!

Categories
Bahasa Betawi

6 Tips Belajar Bahasa Betawi Beserta Contohnya

Apabila Anda pergi ke suatu daerah hal utama yang wajib dimiliki adalah bisa berkomunikasi dengan penduduk daerah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah yang Anda kunjungi. Jika Anda tengah melakukan kunjungan ke daerah yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Betawi alangkah baiknya untuk bisa berkomunikasi dengan warga setempat dengan menggunakan bahasa Betawi. Caranya adalah mempelajari terlebih dahulu bahasa yang mereka gunakan sebelum Anda benar-benar berkunjung kesana, atau langsung mempraktekkannya di sana. Betawi memiliki budaya ramah yang sangat kuat, terbukti dengan banyaknya pendatang yang melebur dengan kebudayaan Betawi. Baik pendatang lokal ataupun ekspatriat dari luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris.

Berikut ini tips yang bisa Anda gunakan untuk mempelajari bahasa Betawi sehari-hari dengan mudah beserta contohnya :

[extoc]

Tips belajar Betawi beserta contohnya

1. Berteman dengan Orang Lokal

Tips Pertama adalah dengan mencari teman yang berasal dari Betawi. Tentunya dengan belajar langsung dengan cara bercakap-cakap langsung dengan orang Betawi akan mempermudah Anda yang ingin belajar bahasa Betawi untuk percakapan sehari-hari.

2. Sering Mendengar Orang Bicara

Tips berikutnya adalah mendengarkan ketika ada orang dari Betawi yang sedang berbicara dengan bahasa Betawi. Perhatikan baik-baik apa yang mereka ucapkan dan coba untuk pahami maksudnya. Apabila saat mereka berbicara ada kata-kata yang kurang Anda pahami bisa langsung ditanyakan apa maksudnya.

3. Mempraktekkan

Langkah selanjutnya adalah mempraktekkan percakapan dan kosa kata yang sudah Anda pelajari. Apabila Anda sering mengulang percakapan dalam Bahasa Betawi tentu akan mempercepat proses belajar bahasa Betawi, selain itu juga memori tentang bahasa Betawi yang sudah dipelajari menjadi lebih tahan lama atau tidak mudah lupa.

Photo Credit: johanes_r_prakoso Flickr via Compfight cc

4. Mengamati

Setiap bahasa dari suatu daerah pastinya memiliki sisi kemiripan dalam kosa kata yang dimiliki. Dengan mempelajari kemiripan kosa kata yang ada di bahasa Betawi dengan daerah Anda akan mempermudah proses memahami kosa kata yang ada di bahasa Betawi.

5. Niat yang Kuat

Modal utama untuk mempelajari suatu bahasa, baik itu belajar percakapan bahasa Inggris atau percakapan bahasa daerah di Indonesia adalah niat yang kuat dari diri sendiri. Dengan memiliki niat yang kuat tentunya dapat memacu diri untuk tetap semangat belajar menguasai bahasa tersebut. Begitu juga dengan bahasa Betawi, apabila sudah ada niat yang kuat dari dalam hati maka proses belajar bahasa Betawi pun menjadi lebih bersemangat dan lancar.

6. Contoh Bahasa Betawi

  • “Embok” sebutan untuk “kakak ipar perempuan”.
  • “Seceng” artinya “seribu”.
  • “Semetet” artinya “sedikit”.
  • “Pisan” artinya “sedikitpun”.
  • “Permili” artinya “keluarga atau hubungan keluarga”.
  • “Nyai” artinya “nenek”.
  • “Lantaran” artinya “sebabnya”.
  • “Leker” artinya “enak sekali”, biasa untuk menyebut makanan.
  • “Jabrah” artinya “badannya besar”.
  • “In” untuk akhiran “kan” atau “i”, misanya, meramaikan menjadi ngerame-in, mengelabuhi menjadi ngelabuhin.
  • “Geroin” artinya dipanggil dengan berteriak keras, karena ingin mengetahui posisi orang yang sedang dipanggil tersebut”.
  • “Empan” artinya umpan atau semacam makanan yang diberikan untuk binatang peliharaan.
  • “Engkong” artinya “kakek”.
  • “Cemplung” artinya “sesuatu yang masuk ke wadah tertentu”.
  • “Cablak” memiliki arti “banyak omong”.
  • “Ampeg” artinya “bau yang tidak enak di hidung, seperti bau keringat orang lain”.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk belajar berbahasa Betawi untuk sehari-hari. Dengan sering berlatih dan bercakap-cakap dalam bahasa Betawi tentunya mempercepat dalam penguasaan bahasa Betawi.

Selain itu memahami dan menghafalkan kosa kata bahasa Betawi juga merupakan hal yang penting, karena modal utama dari sebuah percakapan adalah memiliki koleksi kosa kata yang cukup untuk bisa melakukan proses komunikasi yang dapat dimengerti satu sama lain.

Semoga dengan mencoba cara di atas dapat mempermudah Anda yang ingin belajar bahasa Betawi agar bisa bercakap-cakap dalam bahasa Betawi dengan baik dan benar.

Categories
Bahasa Betawi

40 Kosa Kata Bahasa Betawi Beserta Artinya

Suku Betawi merupakan warga asli Jakarta yang memiliki bahasa tersendiri. Bahasa Betawi dikenal dengan logatnya yang khas dan juga pelafalan dari “a” menjadi “e”. untuk Anda yang ingin lebih tahu banyak tentang bahasa Betawi berikut ini berbagai kosa kata untuk belajar bahasa Betawi yang bisa Anda jadikan bekal untuk bisa berbahasa Betawi dengan fasih.

Setidaknya dengan mengetahui berabagai kosa kata dasar akan membuat Anda bisa lebih paham ketika diajak berbicara orang betawi untuk berbicara dengan lebih lancar lagi. Berikut ini berbagai kosa kata yang baik digunakan secara dasar ataupun dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatakan atau mengungkapkan sesuatu yang mungkin akan sangat bermanfaat untuk pelajaran bahasa Betawi Anda.

[extoc]

Kosa Kata Sehari-hari

  • “bujug buneng” artinya adalah “busyet!, wah!” kata ini merupakan kata yang mengekspresikan ketakjuban pada sesuatu hal tertentu
  • “dableg” artinya “keras kepala” biasanya dituturkan pada orang yang susah untuk diberi pengarahan atau sulit untuk diberi nasihat
  • “bagenin” artinya “biarin saja” supaya tidak mengkhawatirkan sesuatu
  • “jabanin” berarti “layani” biasanya digunakan untuk mengiyakan suatu tantangan
  • “goroh” artinya “bohong” kata sifat jika seseorang tidak mengatakan sesuatu yang benar atau diragukan
  • “awang” artinya “malas” kata sifat untuk menolak atau tidak menginginkan untuk pergi atau akan barang sesuatu
  • “kaga danta” memiliki arti “tidak jelas” untuk menunjuk pada suatu hal yang belum pasti atau tidak jelas bagaimana
  • “keduman” berarti “kebagian” contoh kalimatnya seperti “keduman kaga lu?” yang berarti “kebagian tidak Anda?”
  • “purik” berarti “ngambek”
  • “bader” artinya “bandel” merupakan kata sifat orang yang tidak mau diatur dan sangat nakal
  • “bodo nanan” berarti “bodo amat” dimana orang yang mengutarakan ini artinya tidak mau tau akan berbagai hal baik sebab atau akibat dari sesuatu tersebut
  • “gasik” berarti “cepet” kata seruan dan suruan untuk seseorang bisa bergerak dengan cepat
  • “ilokan ah” artinya “masa sih?” untuk mendapatkan penjelasan kembali akan apa yang dilihat dan didengar
  • “Juntrungan” berarti “sebab musabab”
  • “Ceban” berarti “sepuluh ribu” kata ini biasa digunakan dalam menghitung ataupun dalam pembayaran
  • “cetek” artinya “dangkal”

Photo Credit: noor.hilmi Flickr via Compfight cc

Kosa Kata Dasar Bahasa Betawi Harian

  • “bahenol” berarti “cantik” mengungkapkan keindahan sesuatu
  • “bacot” berarti “mulut” merupakan kata kasar biasa digunakan untuk orang yang lebih muda atau seumuran
  • “eneng” artinya “anak perempuan”
  • “encang” artinya “om” untuk sebutan dari kakak dari orang tua
  • “encing” berarti “paman” sebutan untuk adik dari orang tua
  • “elu” berarti “Anda” digunakan untuk orang yang lebih muda atau seumuran
  • “kedalon” memiliki arti “terlalu lama” keterangan waktu
  • “lepek” artinya “basah kuyup” kondisi sesuatu yang dalam keadaan basah hampir menyeluruh
  • “negong” berarti “belok”
  • “mencla-mencle” artinya “bicara ngelantur” ungkapan untuk seseorang yang bicaranya tidak jelas seperti orang yang ngelantur
  • “meleduk” artinya “meledak”
  • “mindo” berarti “makan nasi dua kali” ketika sudah makan nasi satu kali tapi kemudian makan lagi
  • “ngejeplak” artinya “asal bicara” untuk diungkapkan pada orang yang terus bicara tapi tidak tahu benar atau salah
  • “ngendon” berarti “berdiam diri”
  • “tubruk” artinya “tabrak” yang merupakan kata kerja
  • “begah” berarti “kekenyangan” untuk mengungkapkan jika sudah sangat kenyang setelah makan
  • “bejibun” artinya “banyak” untuk menerangkan suatu hal yang sudah terlalu banyak atau terlalu menumpuk
  • “dedemit” berarti “makhluk halus”
  • “dedengkot” artinya “tokoh atau biang” untuk mengungkap yang paling berperan dalam suatu peristiwa atau bos dari kelompok
  • “empet” artinya “sebel atau benci” untuk mengutarakan perasaan tidak enak dan malas pada seseorang