Sedikit Belajar Menganai Bahasa Jawa Ngoko Madya Kromo

Bahasa Jawa Feb 27, 2018 No Comments

Perlu Anda pahami, bahasa Jawa itu ada tingkatannya. Dan setiap tingkatan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang levelnya berbeda. Maksudnya adalah beda lawan bicara, berbeda pula bahasa Jawa yang digunakan. Jadi ada yang namanya bahasa Jawa Ngoko, bahasa Jawa Madya, bahasa Jawa Kromo, dan bahasa Jawa Kromo Inggil.

Bagi orang asli Jawa, tingkatan bahasa Jawa seperti ini mungkin tidak sulit untuk dipahami. Wajar saja karena memang ‘bahasa ibu’. Tapi berbeda bagi orang luar Jawa yang kebetulan sedang berada di Jawa.
Akan tetapi, Anda juga harus tahu bahwa banyak anak muda asli Jawa sekarang ini yang sudah tidak bisa menggunakan Bahasa Jawa tertentu. Mereka hanya menggunakan Bahasa Jawa Ngoko yang cenderung mudah untuk diucapkan. Bahkan, tidak jarang juga yang sama sekali tidak bisa Bahasa Jawa. Pasalnya, lingkungan keluarga dan juga masyarakat di mana mereka tinggal lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia.

Di sisi lain, banyak orang dari luar Jawa yang justru ingin belajar Bahasa Jawa. Bahkan, banyak mahasiswa dari luar negeri yang datang ke Indonesia hanya untuk belajar Bahasa Jawa serta mempelajari budaya Jawa. Makanya, tidak sulit menemukan bule yang justru fasih dalam berbahasa Jawa. Ada juga yang berhasil menjadi seorang sinden. Di Solo, banyak orang eropa yang justru jatuh cinta pada Jawa. Tidak hanya menguasai Bahasa, mereka juga menguasai budaya dan juga seni Jawa.

Tidak sedikit juga orang luar Jawa yang menetap di Jawa, baik untuk sekolah, kuliah, ataupun sedang bekerja. Dengan kondisi seperti ini, sudah pasti Anda dituntut untuk bisa memahami ataupun bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa.




Tingkatan Dalam Bahasa Jawa

Di atas sudah sedikit disinggung bahwasanya bahasa Jawa ini ada tingkatannya. Dan pengucapannya disesuaikan dengan lawan yang sedang diajak bicara. Dan ternyata tidak hanya itu saja, meskipun sama-sama bahasa Jawa ternyata juga dibagi lagi menjadi berbagai dialog dan aksen yang umumnya tergantung dari daerah yang ada di pulau Jawa.

Tetapi, selain dialek regional, bahasa Jawa juga sangat kental dengan yang namanya dialek sosial. Untuk lebih jelasnya pahami ulasan tentang dialek bahasa jawa bawah ini:

Ngoko (kasar)

Bahasa Jawa Ngoko ini umumnya digunakan pada saat berbicara dengan seseorang yang secara usia sama, yang tua ke yang lebih muda, dan orang yang secara status lebih tinggi ke bawahannya.

Madyo (menengah)

Tingkatan kedua ini merupakan transisi antara Ngoko dan Kromo. Mudahnya adalah bahasa Jawa yang sedikit halus.

Kromo (Halus)

Umumnya digunakan ketika mengobrol dengan seseorang yang secara umur lebih tua ataupun seseorang yang Anda hormati. Untuk bahasa Jawa Kromo ini sebenarnya ada variannya, yaitu Kromo Inggil, Bagongan, dan Kedaton.
Jadi intinya adalah berbeda lawan bicara maka berbeda pula bahasa Jawa yang harus Anda gunakan. Memang tampak sedikit ribet. Tapi sebenarnya setiap bahasa daerah manapun yang ada di Indonesia memiliki tingakatan seperti ini.

Ada bahasa kasar, setengah halus, halus, dan bahkan paling halus. Itulah kekayaan bahasa yang ada di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sebagai orang Indonesia tentunya Anda wajib bangga dengan hal semacam ini.

Belajar Pengucapan Salam Versi Jawa

Selain memahami tingkatan dalam bahasa Jawa, menguasai salam dalam versi bahasa Jawa juga sangat penting. Sebab salam bisa menjadi cara untuk memulai sebuah percakapan. Berikut ini adalah beberapa contoh pengucapan salam dalam bahasa Jawa:

1. Sugeng Enjang (su:gh?? enjhA:?) yang memiliki arti selamat pagi.
2. Sugeng siang (su:gh?? si:yA? yang memiliki arti selamat siang.
3. Sugeng sonten (su:gh?? sont?n) yang memiliki arti selamat sore.
4. Sugeng ndalu (su:gh?? ndhA:lu:) yang memiliki arti selamat malam.
5. Sugeng rawuh (su:gh?? ra:woh) yang memiliki arti selamat datang.
6. Sugeng tindak (su:gh?? ti:ndhA:?) yang memiliki arti selamat jalan.
7. Sugeng makaryo (su:gh?? ma:karyò) yang memiliki arti selamat bekerja.

Itulah beberapa cntoh ucapan salam dalam bahasa Jawa yang sering digunakan dalam obrolan keseharian orang Jawa pada umumnya. Ketika Anda ingin memulai sebuah obrolan, agar supaya lebih sopan, bisa memulainya dengan ucapan salam terlebih dahulu.

Jangan pernah berpikir bahasa Jawa itu sulit dikuasai. Pasalnya bahasa Jawa ini tergolong salah satu bahasa yang paling mudah untuk dikuasai. Apalagi jika Anda memilih metode yang tepat belajar bahasa Jawa.

Untuk awal, mungkin Anda bisa mencoba menguasai beberapa kosakata Bahasa Jawa Ngoko terlebih dahulu. Praktikkan dengan orang Jawa asli lalu tingkatkan dengan menggunakan Bahasa Jawa tingkat lainnya. Jangan mencoba untuk mencoba mempelajari semua tingkatan Bahasa Jawa. Pelajari satu persatu. Itu jauh lebih efektif bagi Anda dalam proses belajar Bahasa Jawa.

Fani Ingglis

~To be a long life learner and with ink to the cemetery~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *