Mengenal Sumpah Serapah Dalam Bahasa Batak Paling Fenomenal

Bahasa Batak Aug 06, 2019 No Comments

Makian orang Medan dalam bahasa Batak terbilang paling fenomenal dibanding makian orang-orang dari wilayah lain yang umumnya membawa-bawa satu kebun binatang. Sangat berbeda dengan anak Medan, banyak kaum milenila di Medan yang beranggapan jika makian tidak keran lagi jika masih menggunakan nama-nama binatang.
Sedih memang jadi orang Medan, padahal tidak ada niatan sama sekali untuk memaki atau berkata kasar, namun tetap saja banyak yang bilang apa yang keluar dari mulut Suku Batak terasa menyakitkan ditelinga.

Namun percayalah, sebenarnya hanya logat bicara Suku Batak saja yang kedengarannya kasar, namun hatinya dijamin lembut-lembut. Jadi jangan pernah tersinggung jika sedang berbicara dengan orang Batak.

Mengenal Kata-kata Makian Dalam Bahasa Batak

Hampir semua bahasa di wilayah Indonesia memiliki cara makian atau sumpah serapah sendiri-sendiri. Begitupun juga dengan orang Batak. Namun uniknya, kata makian dalam bahasa Batak justru jarang sekali yang memakai nama-nama binatang sekebun binatang.

Klik Link Back To School 2019Diskon 2,5 Juta untuk Semua Level, Buruan jangan ketinggalan Kursus Bahasa Inggris di EF!

Namun meskipun demikian, kata-kata makian tersebut masih terasa sangat panas dikuping. Terlebih lagi ditambah karakter suku Batak yang dikenal keras-keras dengan intonasi bicaranya yang seperti sedang membentak-bentak. Sudah pasti kata makian tersebut akan semakin mengena di hati orang yang mendengarnya.
Di bawah ini adalah beberapa kata-kata atau persisnya makian yang sering digunakan oleh masyarakat Medan masa kini, atau bisa dikatakan jenis makian yang paling populer atau paling familier.

Lepet
Jika Anda pernah mendengar teman dari Medan yang mengucapkan kata ini maka sebenarnya dia sedang memaki Anda, bukan kepengan dengan salah satu jenis makanan lepet. Jadi jangan senang dulu. Bisa jadi teman Anda saat itu sedang marah dengan Anda.

Kepala Otak Kau
Salah satu jenis makian dalam bahasa Batak yang sebenarnya tidak membawa nama-nama binatang yang ada di kebun binatang. Tapi jika sudah terkena makian pakai kata ini, rasa-rasanya makjleb seketika.

Lontong
Entah dari mana asal muasal dari kata makian yang satu ini. Kata makian yang menggunakan menu sarapan pagi yang sebenarnya selalu menjadi ciri khas kota Medan itu sendiri. Bisa jadi ini sebenarnya merupakan strategi promosi dengan cara menggunakan kata makian.

Find Traditional Local Folklore about Lake Toba from North Sumatra

Hoi Mancung
Hoi Mancung ini seringnya dipakai oleh orang Medan pada saat mendengar ada seseorang yang sedang berbicara namun isi pembicaraannya mengada-ada alias tidak benar sama sekali.

Mata Kau Lah
Jika diperhatikan, kata makian dalam bahasa Batak yang satu ini jika diucapkan dengan intonasi lembut saja sudah terdengar cukup kasar. Jika tidak percaya, coba kata makian ini Anda ucapkan kepada temanmu yang bukan orang Medan, pasti dirinya akan langsung bengong karena merasa dimaki tapi dia tidak terlalu paham dengan makian tersebut.

Kimbek Lah
Kimbek lah ini pada dasarnya merupakan kata dalam bahasa Batak yang memiliki makna cukup kasar, yaitu pukimak. Tapi lantaran terlalu kasar jadinya dipotong menjadi kimbek. Sedangkan kata lah di belakang ini merupakan kata yang selalu mengikuti apapun ekspresinya.

Ken Lap
Ken Lap ini merupakan pengertin dari kata gombal. Dalam bahasa Jawa, gombal adalah kain lap, namun kata gombal juga digunakan untuk istilah merayau. Jadi jika ada orang yang sedang memberikan kata-kata gombalan, biasanya orang Medan langsung memaki dengan kata Weeee……Ken Lap. Perlu dipahami juga bahwa orang Medan sangat tidak suka dengan gombalan.

Kreak (Belagu)
Orang Medan memang dikenal dengan sifat kerasnya. Namun sebenarnya ini merupakan ciri khas dari Medan itu sendiri. Sebab Medan didominasi oleh Suku Batak dan Melayu, yang mana Suku Batak dikenal memiliki watak yang keras dan bervokal suara besar.

Jadi tidak mengherankan jika sesama orang Medan sering membuli satu sama lain dengan bahasa yang cukup kasar. Dan, biasanya di Medan untuk menyebut orang-orang yang belagu menggunakan kata krek.

Getek (Genit)
Getek di sini bukan berarti alat transportasi untuk menyebrang sungai. Jika di Medan, getek memiliki arti sebutan untuk seseorang yang memiliki tingkah genit. Biasanya disertai dengan colek-colek dengan sapaan yang menggoda.

Congok (Rakus)
Jika menjumpai orang yang banyak makan, dalam bahasa Batak disebut dengan kata congok.

Tokoh (Bohong)
Jika dalam bahasa Indoensia “tokoh” ini memiliki arti seseorang yang penting dikalangan masyarakat, berbeda jika dalam bahasa Batak, tokoh memiliki arti yang sangat jauh berbeda “dibohongi”.

Bengak (Bego)
Jika Anda seringnya mendengar istilah bego untuk memaki seseorang, maka di Medan Anda akan lebih sering mendengar kata bengak. Dan, dalam bahasa Batak bengak ini berarti “bego”.

Memang cukup silit jika dijelaskan melalui rangkaian kata atau jika orang Batak Karo sering bilang La terkataken, pal. Selain itu perlu dipahami juga bahwa orang Medan selalu mengubah kata yang berakhiran vokal ‘ai’ menjadi ‘e’, seperti pantai menjadi pante, sungai menjadi sunge, cabai menjadi cabe, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kemudian, logat orang-orang Medan memang selalu terdengar kasar dan umumnya diakhiri dengan penekanan konsonan ‘k’, sehingga semua kata secara otomatis akan berakhiran konsonan ‘k’, seperti pula menjadi pulak, gigi menjadi gigik, dan lain sebagainya.

Dan, hal terakhir buat Anda yang ingin berkunjung ke Tanah Batak atau memiliki teman dari Suku Batak, sebaiknya jangan terkejut dengan vokal Suku Batak yang ketika berbicara seperti membentak-bentak. Memang seperti itulah karakternya. Dan, akan sangat sulit untuk merubahnya.

Fani Ingglis

~To be a long life learner and with ink to the cemetery~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *