Banyak Dipengaruhi Bahasa Jawa, Namun Nyatanya Bahasa Bali Itu Berbeda!

Bahasa Bali Jul 31, 2019 No Comments

Dilihat dari beberapa kosakatanya, bahasa bali agaknya hampir mirip dengan bahasa jawa. Malahan, beberapa orang mengira jika bahasa ini turunan dari jawa. Padahal, bahasa ini cukup berbeda.

Bali memang menjadi kawasan paling terkenal di mancanegara. Kepopulerannya disebabkan oleh banyaknya pariwisata yang elok. Dan kekhasan budayanya masih sangat kental sehingga banyak orang yang datang berkunjung di tiap harinya.

Gratis Free Placement Test di EF, lebih detail klik link ini PROMO GRATISBelajar Inggris di EF English First semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Di dalam kesehariannya, masyarakatnya tentu saja berkomunikasi dengan bahasa daerahnya. Dalam pelafalannya, bahasa ini agaknya mirip dengan bahasa di Jawa. Lalu, apakah memang benar jika bahasa bali ini berasal dari turunan jawa?

Sekilas Mengenal Bahasa Bali

bali cliff

Mempelajari bahasa ini memang cukup menguntungkan. Betapa tidak, Anda akan diterima dengan baik ketika berada di Bali. Pasalnya, ada kemungkinan besar Anda datang ke kawasan tersebut untuk liburan.
Sebagai lokasi pariwisata unggulan nusantara, Bali memang tidak ada duanya. Jumlah pengunjung dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dan ini menjadi sumber pendapatan negara yang paling besar di sektor pariwisata.
Lalu, apa hubungannya dengan mengenal bahasa daerah tersebut? Sebenarnya, ini merujuk pada keuntungan yang akan Anda peroleh. Memahami bahasanya akan membuat keakraban tercipta dan Anda akan diterima dengan baik di Bali.

Perlu diingat bahwa bahasa ini merupakan salah satu bahasa Austronesia. Bahasa ini merujuk pada bahasa sundik, dan terlebih masuk kategori bahasa bali sasak.
Bahasa ini dituturkan di kawasan Bali, Lombok barat dan bagian timur Jawa. Jumlah penuturnya kurang lebih 40 juta penutur. Artinya, bahasa ini sangatlah banyak penuturnya sehingga sangat masuk akal jika Andapun perlu menguasainya.

Pengaruh Bahasa Jawa Pada Bahasa Bali

Kekerabatan antara bahasa jawa dan bali dianggap paling dekat dalam keluarga bahasa astronesia. Meskipun begitu, ini tidak lantas menjelaskan kalau bahasa ini murni dari turunan jawa.
Kenyataannya, bahasa yang dituturkan di kawasan pulau dewata ini lebih dekat dengan bahasa sasak. Bahasa sasak ini dituturkan di kawasan Sumbawa bagian barat. Dan inilah yang dianggap memiliki kemiripan yang lebih pas.

Memang dalam beberapa kosakatanya, Anda akan menemukan sejumlah kata yang diserap dari bahasa jawa. Ini merupakan bentuk serapan yang mana didapatkan dari sejarah masa lampau. Tepatnya ketika masa ekspansi kerajaan yang dipimpin oleh Gajah Mada.

Penaklukan Bali di tahun 1343 M oleh Gajah Mada secara tidak langsung merubah banyak hal. Tidak terkecuali dengan gaya berbahasanya. Bahasa jawa yang kental masuk dan turut mempengaruhi sejumlah kosakatanya.
Ada banyak kemiripan kata yang digunakan antara orang jawa dan orang bali. Dan kata-kata tersebut memiliki makna yang sama. Jadinya, orang menganggap kalau bahasa tersebut merupakan bagian dari Jawa.
Terlepas dari masuknya pemerintahan yang dipegang oleh kerajaan yang menuturkan bahasa jawa, bahasa bali tetap berbeda. Perbedaan inilah yang menjadikan bahasa daerah tersebut mewakili kakhasan kawasan pulau dewata.

Tingkatan Bahasa Bali

Dalam berbahasa, Anda tentunya tidak bisa langsung menggunakannya sekehendak hati. Terutama jika berbahasa Bali yang kemungkinannya dipengaruhi oleh budaya jawa. Karena bahasa ini juga memiliki tingkatan yang mana menjadi aturan baku ketika berkomunikasi.

Setidaknya, ada 3 tingkatan yang ada di dalam bahasa tersebut. Tingkatan ini ditengarai lantaran terpengaruh oleh budaya jawa masa lampau. Lalu, apa saja tingkatan bahasa yang dituturkan di Bali ini?

Daftar Tingkatan Bahasa dalam Bahasa Bali

Bahasa Alus Singgih

Bahasa Alus singgih merupakan tingkatan bahasa yang lebih halus. Bahasa ini digunakan untuk komunikasi sangat formal. Dan biasanya akan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang terhormat.
Anda akan dianggap tidak sopan bila tidak menggunakan bahasa tersebut. Terutama jika Anda tidak melihat posisi dari lawan bicara.
Bahasa alus singgih ini banyak digunakan dalam upacara/pertemuan resmi di tingkat desa. Tingkatan bahasa ini juga dipergunakan ketika akan meminang wanita, bahkan digunakan ketika hendak berbicara dengan pendeta.

Bahasa Madya

Tingkatan yang kedua disebut dengan bahasa madya atau sor. Ini tingkatan bahasa menengah yang masih sangat baik bila dituturkan. Tingkatan bahasa ini juga lazim digunakan untuk berkomunikasi setiap harinya.
Bahasa ini aturannya hanya dituturkan oleh seseorang pada orang tua ataupun gurunya. Biasanya, bahasa ini juga digunakan untuk masyarakat menengah. Jadinya, Anda tidak seharusnya menggunakan bahasa secara sembarangan jika tidak ingin dianggap kurang sopan.
Pada prakteknya, bahasa Madya ini juga sering dipergunakan ketika sedang berkenalan. Di awal perkenalan, Anda cukup menggunakan bahasa ini. Hasilnya, Anda akan diterima oleh orang yang diajak berkenalan.

Bahasa Kepara

Tingkatan terbawah dan cenderung kasar ini disebut dengan bahasa kepara. Bahasa ini lazim digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Terutama digunakan untuk bahasa pergaulan.

Penuturnya yang menggunakan bahasa tingkat kepara ini adalah mereka yang ingin menciptakan keakraban di antara sesama. Contohnya adalah sesama teman. Selebihnya, bahasa tingkat ini tidak digunakan.
Anda yang baru saja mempelajarinya, disarankan untuk tidak menggunakan bahasa tingkatan kepara. Dikhawatirkan Anda keliru dalam menggunakannya. Bila Anda menggunakannya pada lawan bicara yang lebih tua, Anda akan dicap sebagai orang yang tidak punya sopan santun.

Melihat 3 tingkatan bahasa ini, seseorang yang menuturkannya akan terlihat posisinya. Maksudnya, status sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Dan Anda mau tidak mau harusnya mengikuti aturan yang berlaku. Karena ini merupakan bagian dari budaya yang harusnya tetap dijaga.

Nah, keberadaan dari tingkatan bahasa dan beberapa kosakata mirip jawa ini merupakan pengaruh pada penaklukan kerajaan Jawa masa lampau. Namun begitu, bahasa bali tetaplah bahasa daerah yang berbeda.

Fani Ingglis

~To be a long life learner and with ink to the cemetery~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *