40 Kosa Kata Bahasa Kutai Kota Bangun dan Artinya

Bahasa Melayu May 29, 2017 No Comments

Bahasa Kutai merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang yang berkembang dan digunakan oleh suku Kutai. Suku Kutai merupakan suku yang mendiami di sepanjang alur sungai Mahakam. Populasi terbesar suku Kutai terdapat di Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.

Bahasa Kutai ini terdiri dari berbagai dialek, seperti dialek Tenggarong, dialek Kota Bangun, dialek Muara Muntai, dialek Muara Kaman, dan dialek muara Ancalong. Di bawah ini merupakan kumpulan kosa kata bahasa Kutai dengan dialek Kota Bangun beserta artinya yang dapat Anda gunakan sebagai modal dalam bercakap-cakap ataupun pelajaran bahasa Kutai Kota Bangun.

Klik Link Back To School 2019Diskon 2,5 Juta untuk Semua Level, Buruan jangan ketinggalan Kursus Bahasa Inggris di EF!

Bahasa yang Sering Digunakan Sehari-hari

  • Ungkapan untuk menyebut diri sendiri yaitu “Aku atau Nyawa” yang memiliki arti “aku atau saya”.
  • Kemudian ada “Anak atau Ngkanak” memiliki arti “Anak”, sedangkan untuk menyebut “anak kecil” bisa dengan “Kanak Halus”.
  • Untuk “Adek” memiliki arti “Adik”.
  • Lalu ada “Bepak” digunakan untuk menyebut “Bapak atau ayah”.
  • Kemudian ada “Ame/demmek/mamak” yang memiliki arti “ibu”.
  • “Kakak” memiliki arti “kakak”.
  • Lalu ada “Anek laki” yang berarti “Kakek” dan “Anek bini” untuk menyebut “Nenek”.
  • Kemudian ada “Kluarge atau kula” digunakan untuk menyebut “keluarga”.
  • Untuk kata sifat ada “Asek” yang memiliki arti “Asik”.
  • Lalu “Hali atau bodo” yang artinya “Bodoh”.
  • Kemudian ada “Bonto” yang artinya “busuk”.
  • Berikutnya ada “Lohai” yang berarti “capek dalam arti lelah atau letih” dan “Kepai” merupakan “capek dalam arti bosan”.
  • Lalu ada “Berres” yang artinya “cengeng”.
  • Untuk menunjukkan tempat ada “Parak” yang artinya “dekat”.
  • Dan juga “Jeuh” yang artinya “jauh”.
  • Ada juga “Nyalor” yang berarti “enek” dan juga “sampul” yang artinya “sudah tidak nafsu lagi”.

Kata Kerja

  • yang pertama adalah “Ambil” memiliki beberapa kosa kata dalam bahasa Kutai, yakni “Alak” yang artinya “Ambil”, lalu “Kabbet” yang berarti “pungut”, “Jeput” yang berarti “memungut atau mengambil dengan ujung-ujung jari”, “Mehonjo” yang artinya “gerakan mengambil sesuatu yang letaknya jauh atau tinggi”, dan “Puttik” yang artinya “memungut atau petik”.
  • Lalu ada “Angkit” yang berarti “Angkat”.
  • Kemudian “Beca atau meca” yang artinya “Baca atau Membaca”.
  • Lalu ada “Bering” yang artinya “baring”.
  • Ada juga “Tulak” yang memiliki arti “berangkat”.
  • Kemudian “Begeden” yang berarti “bercanda”.
  • Selanjutnya “Beran yang artinya “ngomel”.
  • Ada juga “Kelelet” yang artinya “lambat sekali atau lalai”.
  • Lalu “Nongkai atau dedes” yang artinya “sering”.

Kata Benda

  • Ada “Air” yang memiliki beberapa kosa kata dalam bahasa Kutai Kota Bangun, yakni “Ranam” yang artinya “air”, “Berenam” yang berarti “berair”, “Ranam mata” yang artinya “air mata”, dan “Ranam kameh” yang artinya “air kencing”.
  • Lalu “Beju” yang artinya “baju atau pakaian”.
  • Ada “Taddung” yang artinya “ular”.
  • Kemudian “Wasi atau waje” yang memiliki arti “Besi atau Baja”.
  • Lalu “Pirik cabe” yang artinya “sambal ulekan” dan “Sanga cabe” yang berarti “sambel goreng”.
  • Lalu ada “Kanohan” yang artinya “Danau”.
  • Lalu “Puhun” yang artinya “pohon”.
  • Selanjutnya “Rotok” yang artinya “sampah-sampah kecil”.
  • Masuk ke kata sifat ada “Lias” yang memiliki arti ‘liar.
  • Lalu “Milai / kaccut / wadei” yang berarti “malas”.
  • Kemudian “Kehe” yang berarti “mampu”.
  • Ada juga “Monjek” yang artinya “manja”.
  • Kemudian “Siok atau seniap” yang artinya “sunyi atau sepi”.
  • Ada “Terkelijik” yang artinya “terkejut”.
  • Lalu “Langat” yang artinya “panas atau terik”.
  • Dan terakhir “Ye” yang artinya “yang”.

Itulah beberapa kosa kata bahasa Kutai Kota Bangun yang dapat Anda jadikan pedoman untuk belajar bahasa Kutai hingga bisa bercakap-cakap dalam bahasa Kutai dengan dialek Kota Bangun.

Jhonny Ingglis

Heyy... if someone calls you ugly , then do not despair because it is not necessarily the person is telling a lie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *